“Hua!!! indah banget!” makasih ya Van!” ucap
Rinta tiba-tiba memeluk saya.
Tangannya memeluk
punggung saya, menarik sepertiga bagian lengan bajunya. Saya kaget namun tak
tau harus perbuat apa, tiba-tiba dipeluk seperti ini. Nampaknya Rinta kesenangan
karena ide gilanya pergi ke Pangandaran berhasil. Ya, saya menjadi korban atas
ide gilanya dengan alasan ini kado ulang tahun saya. Gila, ya dari Bandung bisa
sampai ke Ciamis.
Saya berusaha
mengalihkan pemandangan. Siang ini udara cukup terik, langit biru saling
bertautan dengan latar Pantai Pangandaran ini. Hijaunya pepohonan. Warna-warninya
perahu nelayan dan putihnya pasir membuat perpaduan warna yang cukup indah
karya maestro bumi ini, tuhan. Rinta masih belum melepas pelukannya dan jantungku
tiba-tiba berdetak lebih kencang. Entah ini perasaan normal seorang lelaki
karena dipeluk seorang wanita atau ini rasa hati saya?
Pagi tadi
tiba-tiba Rinta hadir. Tak ada ceplokan telur atau pun taburan tepung di wajah
saya. Rinta hanya membawa se-cup kecil tiramisu. Sambil berkata “Selamat ulang
tahun!” dengan senyum sumringahnya. Rinta senior di kampus, yang bisa dibilang
tidak begitu akrab kecuali kami satu organisasi di Paguyuban teather, tiba-tiba
datang ke rumah memberi saya surprise.
Biasanya selalu ada Ami yang datang lebih pagi mengucapkan selamat ulang tahun
pada saya. Ah, lagi-lagi nama wanita itu yang saya sebut. Hey, dia sudah punya
Akbar, Van!
Belum sempat
saya, menginterupsi pelukan Rinta yang saya rasa hampir lima menit lebih. Saya menemukan
keganjilan. Sepertiga lengan kiri Rinta yang tak terbungkus baju karena memeluk
saya, berwarna kebiruan, saya mengalihkan pandangan ke lengan kanannya, sama.
“Teh,
kenapa lengan kamu biru-biru gitu?” tanya saya sedikit takut jangan-jangan yang
memeluk saya ini bukan Rinta tapi alien, daya hayal saya mulai bekerja.
Rinta
sesegera mungkin memelepaskan lingkaran tangannya dari pundak saya.
“Ah,
perasaan lo kali. pasti abis liat langit atau pantai, makanya bias warna
birunya sampe lo liat di tangan gue,” kata Rinta sambil menunjuk-nunjuk ke arah
langit kemudian pantai dengan lengan kirinya dan lengan kanannya masih
bertengger di pundak saya.
“Tangan
Teteh kok masih di pundak saya?” tanya saya sedikit kebingungan.
“Hua,
maaf, maaf!” kata Rinta menarik paksa lengan kanannya menggunakan lengan
kirinya. Aneh!
“Jadi
masih mau merekrut saya ke Pulai Panunjung?” tanya saya memecahkan keheningan.
“Mau
lah! kan kado ulang tahun buat lo nya ya di sana. Lo kan suka rusa, jadi gue
tuh sengaja ngajakin lo ke cagar alam di deket sini, sssts, ah,” kata Rinta
seperti orang kesakitan.
“Teh
Rinta kenapa?”
“Hehehe. Enggak.
Badan gue pegel-pegel doang. Gak biasa naik angkot kayaknya. Van, makasih lo
yah, mau nemenin gue ke sini. Gue kan belum pernah ke sini. Hehehe,” tawa
renyahnya merekah, manis sekali. Bagaimana bisa Anjar tidak jatuh hati padanya?
sedang saya merasa jatuh hati dengannya dalam hitungan jam.
***
“Dek, temennya
sudah siuman,” ucap seorang perawat membangunkan saya.
Saya bergegas
memasuki ruangan klinik kesehatan entah di daerah mana, mencari tau keadaan
Rinta yang tiba-tiba pingsan saat perjalanan pulang.
Kulihat Rinta. Wajahnya
masih seputih kapas, pucat. Kulit lengannya, bahkan kakinya kebiruan,
lebam-lebam seperti habis jatuh.
“Kamu sakit apa teh?”
“Biasa penyakit
ibu-ibu. Hahahaha.”
“Teh, saya
serius!” tanya saya mulai kalap. Rinta selalu saja bencanda dan tak pernah
serius.
“Sindrom anticardiopilin.
Emang gini gejalanya kalau gue kecapean jadi sebiru warna pantai pangandaran
kulit gue. Hahaha. Jadi nanti kalau lo mau ke Pangandaran lagi liat aja kulit
gue.”
Hati saya
tergores luka melihat Rinta memetafora-kan keadaan dirinya. Mungkin saya benar-benar
telah jatuh hati padanya, atau rasa ini hanya sekedar rasa iba? Dua panggilan masuk Ami namun tak saya
pedulikan. Mungkin sebiru lebam kulit Rinta itulah saya jatuh cinta pada Ami, namun sebiru langit dan Pantai Pangandaran tadi siang hati saya telah jatuh ke tangan Rinta.
Notes : anticardiopilin adalah penyakit kekentalan darah. dapat menyebabkan sirkulasi peredaran darah terhenti sehingga menyembabkan berbagai penyakit, seperti keram, baal, struck, keguguran saat hamil bahkan kematian
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar