Minggu, 22 Januari 2012

Tentangmu yang Selalu Manis


            Aku masih dapat mengingat dengan jelas kamu berlari lincah dengan riang gembira dengan rambut dikuncir dua. Kemudian menimbulkan senyum manis bagi yang melihatmu. “Kamu itu manis,” kata ibumu pelan, selalu di setiap pagimu. Membuatmu percaya memang kamu ditakdirkan untuk selalu manis.
            Senyummu, tutur bicaramu, rona wajahmu, sifatmu, selama ini selalu manis yang ku tau. Walaupun orang – orang yang kamu sayang telah tiada kecuali aku, kamu masih dapat tersenyum manis dengan tegarnya.  Tak akan habis kata jika aku menjelaskan tentangmu yang selalu manis. Kamu selalu tergambar dengan jelas di memoarku. Membuatku ingin selalu menjadi dirimu, walau mungkin itu sangat sulit.
            “Ana, sudah beres? Tamu, di kamar 207 sudah menunggumu. Aku harap kamu memberi layanan yang memuaskan seperti biasanya,” ujarnya membuyarkan kenangan tentangmu. Dia orang yang memberi kehidupan padaku saat ini.
            Aku kembali memoles pewarna bibir di depan cermin dan merapikan penampilanku. Memastikan bahwa penampilanku terlihat manis untuk memuaskan pelangganku. ‘Kamu akan terlihat selalu manis,’ ucapku menyakinkan gadis di sebrang cermin sana. Jujur aku merindukanmu tentangmu yang selalu manis, dulu. Ya, kamu adalah gadis di dalam cermin itu. Tentangmu yang akan selalu manis, walau kini kamu hanya akan terlihat manis untuk memuaskan nafsu sesaat. Itulah kamu, parasku di depan cermin.

2 komentar:

  1. Balasan
    1. heheh, seneng deh di bilang keren.. :) salam kenal ya,, baca yg lainnya juga ya... komentar dan kritik sgt membantu..

      Hapus