Aku senang,
ketika kamu masuk perlahan dalam kehidupanku mewarnai hidupku. Aku senang
ketika kamu membutuhkanku. Aku senang saat kamu menceritakan kehidupan sehari -
harimu, padaku. Aku senang saat kamu kalah dariku. Aku senang bisa mengejekmu.
Aku senang saat kamu benar - benar merasa kehilanganku. Aku senang saat kamu
menunjukkan muka sendumu.
Aku juga
senang saat kamu memberiku sesuatu yang sangat kusuka, buah dari kebun kecil di
rumahmu. Aku juga senang saat kau memberiku seloyang tart kecil padaku, walau aku
tak memintanya. Mungkin kamu memberikannya padaku karena ancamanku, entahlah.
Aku juga senang saat kamu mau mengantarkanku membeli sesuatu yang kala itu
sangat penting bagiku, sebuah odol. Walau mungkin itu karena aku paksa. Masih terlalu
banyak hal yang membuatku senang karena dirimu. Yang paling aku senangi adalah ketika
kamu mau menuruti semua paksaanku.
Apa kamu
tau? Aku benci semua hal yang berkebalikan dari rasa senangku. Termasuk yang
aku senangi darimu. Aku benci saat kau tak lagi membutuhkanku. Aku benci saat
kau tak menceritakan kehidupan sehari - harimu. Aku benci saat kamu menang
dariku. Aku benci saat kamu mulai mengejekku. Aku benci saat kamu
mengacuhkanku. Aku benci saat kamu dapat tersenyum lepas. Aku benci kamu,
seperti hari ini ketika kamu memegang secangkir gelas cocktail dan tersenyum melihatku duduk berdampingan
dipelaminan dengan dirinya. Seseorang yang sangat berarti bagimu. Seseorang
yang selalu kau anggap lebih penting dariku, kakakmu. Mungkin mulai hari ini
aku harus belajar senang untuk membencimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar