Hari ini aku mau
menulis diari, tentang kamu lagi, boleh kan? Aku jadi kayak anak kecil deh,
nulis diari. Aku rindu sikapmu yang selalu salah tingkah kalau aku mulai
menggombal. Apalagi saat aku mulai menggodamu tetang prinsipmu yang tidak mau
pacaran dan mau nikah muda itu. Jika sudah begini, yang aku lakukan hanya
membuka semua inbox yang
menghubungkanku dengan kamu. entah HP, entah message FB, entah DM
twitter. Semuanya aku jamah, demi mengingat hal – hal konyol yang ada pernah
terjadi antara kita.
Kamu
tau? aku rindu main menang – kalah sama kamu, rindu bego – begoin kamu, rindu
memojokkanmu, rindu mem-bully kamu
yang kenyataannya adalah seniorku. Aku tau aku ini bodoh. Seharusnya kalau
memang rindu padamu, aku harus menghubungimu. Tapi sejak hari itu rasanya kita
seperti sedang bermain menang – kalah. Siapa yang menghubungi duluan maka dia
yang kalah. Hari dimana kamu bilang kamu ingin menjauh dariku, karena risih
terlalu dekat denganku. Hatiku terasa begitu nyeri, hari itu adalah hari dimana
angina mulai memperkenalkan diri.
***
Aku benci tinggal di sini! Ini bukan liburan namanya.Aku ingin pulang. Ingin
menemuimu. Ingin cepat – cepat masuk kuliah. aku menyesal waktu itu tak mau
mengalah. Karena kini bahkan aku tak akan sanggup untuk menyampaikan rinduku
padamu, walau hanya sekedar lewat sms.
Merindukanmu kini terasa semakin seru, bagai bermain petak umpet bersama
angina. Ada waktu dimana aku harus kalah dan tertangkap olehnya. Kemudian aku
harus menunggu 15 sampai 20 menit untuk dapat bersembunyi lagi darinya. Lucunya
mama selalu berdoa agar aku bisa bersembunyi darinya. Mah, ini hanya permainan
kok.
Aku bahkan selalu tidak dapat menang dari angina. Aku hanya bisa
bersembunyi sebelum dia menangkapku. Jika dia berhasil, aku hanya berharap aku bisa
kembali bersembunyi. Semakin aku merindukanmu. Semakin banyak pula aku harus
bermain petak umpet dengan angina. ini mungkin hal yang paling seru yang dapat
kulakukan saat merindukanmu.
Aku akhirnya berhasil menang darimu walau tidak pada angina. Kamu
menghubungiku, tiga kali dalam waktu dua pekan ini. Tapi tidak ada pertanyaan
tentang diriku. Hanya menanyakan bibit strawberi dariku yang mulai layu. Mana mungkin
tidak layu kalau kamu tanam di daerah perindustrian yang panasnya total itu. Menanam
strawberi itu perlu perawatan ekstra. Rasanya aku ingin menjadi bibit
strawberi, biar kamu juga merawatku.
Mungkin inilah cara
tuhan, untuk membuatku, merindukanmu begitu seru. Bermain petak umpet bersama
angina dan aku selalu kalah. Aku hanya berharap bisa selalu bermain petak umpet
dan terus bersembunyi. Rindu ini terasa semakin seru ketika aku mulai berharap
kamu hadir dan melamarku di sini. Miris ya, hayalanku? Memangnya aku siapamu.
Bermain dengan angina pectoris unstable kini juga
semakin seru seperti berkejar – kejaran menunggumu menjemput dengan lamaran
atau menunggu angina menjemputku ke sisi tuhan terlebih dulu.
#PS: cerita ini ringkasan cerpen Strawberry
Is You, dari sisi Sita.
http://niza-lilac.blogspot.com/2011/12/strawberry-is-you.html
http://niza-lilac.blogspot.com/2011/12/strawberry-is-you.html
#Note:
Angina pectoris unstable adalah sindron
klinik berbahaya karena ketidakseimbangan antara
kebutuhan dan suplai O2 miokard yang dapat berubah menjadi infrark
ataupun kematian. Gejala awal dari angina unstable adalah rasa nyeri, tertekan
pada sekitar daerah hati, baik ulu hati, tenggorokan dan leher. Penyakit ini
bisa muncul secara tiba – tiba saat beraktifitas berat, stress (deg – degan,
senang, sedih) dan saat sedang beristirahat. jika sudah muncul diberi obat beta bloker, nitrogliserin maupun Ca-antagonis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar