Minggu, 13 Januari 2013

Kenalan Yuk!


            Selesai belanja di pasar segera kupacu motor tua keluaran 2005, kembali ke rumah. Kata mama akan ada tamu penting yang datang berkunjung. Sayangnya mama dan papa sedang tidak ada di sini. Mereka berdua sedang survei tempat lokasi wisata yang rencananya akan dijadikan base camp baru. Mama dan papa ini sangat suka berpetualang. Hobi mereka berdua inilah, yang menyebabkan mereka bisa membuat jasa perjalanan adventure. Di sinilah aku sekarang harus terdampar di sebuah desa kecil yang cukup terpencil, tempat wisata alam yang cukup menjanjikan bagi para wisatawan Jakarta yang butuh refreshing.
            Ini bukan kali pertamanya aku pindah-pindah tempat tinggal. Sudah entah keberapa kalinya aku harus pindah-pindah sekolah, menyesuaiakan situasi dengan daerah dan penduduk sekitar. Seperti sekarang ini aku harus menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aku juga harus menempuh perjalanan 1 jam untuk dapat sampai di sekolah.


           Sesampainya di resort, tamu penting sudah datang. Ada lima orang, tiga pria dan dua wanita, nampaknya sebuah keluarga. Dilihat dari gaya berpakaian sudah pasti mereka orang kota. Ada satu yang sederhana, tanpa make-up. Manis. Kisaran umur mungkin seumuran denganku atau paling tidak lebih muda satu tahun.
            Tak banyak perkataan yang terucap dari bibirku. Aku hanya sesekali tersenyum, itu pun saat Kang Rudi menyebutkan kalau aku ini anak pemilik resort. Tak ingin menghabiskan waktu, tamu penting ini segera menuju arena rafting, kebetulan yang memegang adalah Kang Rudi. Aku sendiri memegang divisi paintball.



            Entah mengapa mataku terus tertuju pada gadis tanpa make-up itu. Ia tampak begitu rileks, padahal air sungai sudah menerjangnya beberapa kali. Iya hanya tertawa kecil. Biasanya gadis seumuran dia pasti sudah jerit-jerit tak jelas sambil berusaha memeluk Kang Rudi, maklumlah Kang Rudi ini memang ganteng. Hal inilah yang membuatku semakin tertarik padanya. Sayangnya aku tak tau namanya karena datang terlambat saat acara perkenalan tadi.
            Senyumnya yang manis, tawanya yang kadang menggelegar membuat perpaduan yang unik padanya. Ingin sekali rasanya tau namanya, berkenalan dengannya. Tapi mulut ini seakan terkunci rapat, bahakan untuk mengatakan kalimat sederhana, “Kenalan yuk!”
*
            Pagi ini papa-mama akan pulang ke resort, mungkin akan sampai di resort setelah tamu penting ini selesai bermain paintball. Kebetulan yang ajaib membuatku satu tim dengan gadis itu. Sama seperti sebelumnya ia hanya berhiaskan bedak tipis senada warna kulitnya. Ah, nampaknya aku benar-benar telah jatuh hati padanya. Bagaimana ini?


            Progress cepatnya saat main paintball aku dan dia saling membuka komunikasi. Beberapa kali ia bertanya bagaimana cara menggunakan paintball gun, nampaknya ia belum pernah main ini sebelumnya. Sayangnya sampai detik ini pun aku belum tahu namanya. Dasar, lelaki pengecut!
            Saat selesai bermain, mama dan papah ternyata sudah pulang. Ada yang ganjil. Gadis itu kemudian lari menghampiri mama, memeluk mama. “Kakak, apa kabar? Kangen!”
            “Baik, kamu gimana Rin?” melepas pelukan gadis itu. “Om, mama, apa kabar?” tambah mama sambil menyalami kedua orang tua gadis itu.
Om, mama? Maksudnya? Aku masih tak mengerti.
“Arin, kelakuan Dani gimana di sini? gak bandel kan?” tanya papa pada salah seorang dari tamu penting.
“Baik kok kak,” ucap gadis itu sambil tersenyum.
“Dani, udah kenal kan? Ini om Rangga dan mama Ina, Om dan tantenya mama jadi jatuhnya sama kayak datuk dan oma, kalau yang ini Radit, Diko dan Arin, sepupunya mama, Om dan tantenya kamu,” ucap mama menjelaskan.
Aku hanya bisa mengangguk, berusaha memahami apa yang baru saja mama bicarakan.

3 komentar:

  1. "Hobi mereka berdua inilah, yang menyebabkan mereka bisa membuat jasa perjalanan adventure."
    cmiiw: tanda koma?

    "Ada lima orang, tiga pria dan dua wanita,"
    cmiiw: 'ada lima orang, di antaranya tiga pria dan sisanya wanita'. kalau menurut kalimatmu jadi 10 orang.

    "Ada satu yang sederhana, tanpa make-up."
    cmiiw: memangnya laki-laki bermake up? tambahkan kata 'wanita' ya

    "Hal inilah yang membuatku semakin tertarik padanya."
    cmiiw: tertarik pada kang rudi? bukan kan? diperjelas dong.

    "Senyumnya yang manis, tawanya yang kadang menggelegar membuat perpaduan yang unik padanya."
    cmiiw: di paragraf sebelumnya si cewek biasa aja, kok pindah paragraf jadi lebai? ambigu nih.

    "Progress cepatnya saat main paintball aku dan dia saling membuka komunikasi."
    cmiiw: apa itu progress? yang bukan bhs inggris umum sebaiknya menggunakan bhs indonesia saja.

    "mama dan papah ternyata sudah pulang."
    cmiiw: kata 'pulang' agak mengganggu. tiba?

    keseluruhan:
    perbaiki lagi ya pilihan katanya. usahakan ambigunya dihilangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waa, makasih ya atas koreksinya... :)nanti di edit lagi.. belum sempat...

      Hapus
  2. Ternyata mbak suka nulis fiksi ya, yuk ikutan Giveaway Flash Fiction BeraniCerita.com! DL 21 Feb ya! Jangan ketinggalan!

    BalasHapus