Sabtu, 19 Januari 2013

Bales Kangen Ku, Dong!


‘Lo, part time? Wah, keren! Dmn?’
Aku kembali membuka hp-ku membaca ulang sms apa yang aku kirim 30 menit yang lalu. Tidak ada yang salah, smsnya pun sudah terkirim. Tapi kenapa belum ada balasan darimu?
Iya, aku tau ini baru setengah jam. Toh dulu aku juga sering lama membalas sms dari orang-orang, tapi entah mengapa membalas sms darimu itu pengecualiaan. Kamu kemana sih? Part time dimana? Kenapa tak pernah cerita-cerita. Kamu tau tidak? Aku perlu memberanikan diri, menghilangkan gengsiku, untuk sekadar bertanya hal ini ke kamu.
“Nin, khusuk banget sih megangin hp-nya? Nunggu balesan dari siapa sih? Ciciw,” Goda Hana padaku.
“Halah, paling nunggu balasan dari Nico,” tambah Arin sambil menyuap pancake kejunya.
“Eh, iya gimana kabar lo sama Nico,Nin?” tanya Fira, to the point.
Aku hanya tersenyum kecut. Aku bahkan tidak tau jelasnya hubungan kita berdua. HTS-san kok rasanya juga tidak. Berasa selama ini kayaknya hanya aku yang jatuh cinta sendiri. Ah, siapa sih yang tidak akan jatuh hati padamu? Baik, manis, sabar, penolong, ganteng, tinggi, putih. Pokoknya tipe pria idaman istri, deh!
 “Udah sih move-on aja kalau gak ada perkembangan juga. Masih ada cowok jelek lainnya dibanding Nico,” ucap Arin masih dengan cara berbicara yang menyelekit tajam.
“Hus, kamu nih, ngomongnya,” ucap Fira menasehati Arin.
“Udeh, udeh, dibanding ngomongin cowo mending makan pancake-nya sayang kalau dingin. Mahal-mahal di pesen,” ucap Hana menengahi.
Mereka bertiga kemudian mulai sibuk dengan pancake yang mereka pesan, di salah satu kedai di Braga. Beginilah kerjaan gadis single di malam minggu, hang-out tak jelas.
Aku mulai memakan pancake keju yang kupesan. Sesekali mataku melirik hp, berharap ada pesan masuk dari kamu. Nihil! Kamu tau tidak, aku kangen kamu! Kenapa sih selalu aku yang kangen? Sesekali, bales kangen aku, dong!
Satu jam setengah ngalor-ngidul di salah satu pancake kaki lima, selama itu pula kamu tak membalas smsku. Aku berusaha mengecek hp-ku. Percuma! Tak ada balasan. Gilanya, aku kangen banget denganmu. Aku tak sabar kalau harus menunggu hari Senin mendatang.
‘ Part timenya sibuk y? semangat y! :) ’ 
            Aku menimbang-nimbang antara ingin meng-sms kamu lagi atau menunggu sms balasan darimu. Tapi rasanya aku kok agresif sekali jika harus meng-sms kamu lagi.
            “Neng, ninggali hape wae, tingali aqiqah dong, cyin!” ucap seseorang mendesah di sampingku.
Aku terlonjak kaget mendapati bencong menggunakan dress merah sepaha ada di samping tempatku duduk. Tanganku tanpa sengaja memencet tombol send di hp. Aku jatuh menubruk seseorang di belakangku. dua hp jatuh, bersama kecrekan menimbulkan bunyi tumpul dan gaduh.
“Maaf, maaf,” ucapku meminta maaf. Aku berusaha mengambil hp yang terjatuh. satu punyaku dan satu punya orang yang kutubruk dari belakang. Sebuah pesan singkat masuk ke hp orang itu. Tanpa sengaja terbuka olehku. Aku kembali syok mendapati bahwa orang yang aku tubruk juga seorang bencong menggunakan baju pink mencolok. Sepertinya temannya si bencong ber-dress merah.
Dengan gemetar aku mengembalikan hp-nya. Aku memfokuskan ke salah satu titik agar tak melihat wajah bencong itu, aku takut! Layar hp yang masih kupegang itu menjadi fokusku. Aku tertegun tanpa sengaja membaca pesan masuk dari hp tersebut,
‘ Part timenya sibuk y? semangat y! :) ’ 
            Nico?!


cerita selanjutnya: Cintaku Mentok di Kamu


ket:
 Neng, ninggali hape wae, tingali aqiqah dong, cyin!” | "Neng. liatin hp saja, lihat aku ding, cyin!"

2 komentar:

  1. hohoho, makasih tapi ada yg salah,, sms yg dibaca Nina di hp Nico harusnya yg ini

    ‘ Part timenya sibuk y? semangat y! :) ’

    kemaren salah ketik... :P

    BalasHapus