Siapa yang akan terjaga ketika ruh meniup negeri?
siapa yang menjaga tidur lelap anak - anak kami?
di luar, dendam api menjilat kota desa lembah luka, liar
anak panah, kelewang berkilat menyayat
cambuk berlumur darah anak bangsa
dirajam, diperkosa, dijarah
atas nama negara
tak usah kau berdebat siapa menjarah
langit utara bergulung dusta dari istana
langit barat menebar nista wakil kita
aku terbaring di perahu memar
Siapa yang terjaga ketika sangkakala ditiup nanti?
di luar, peluru berdesing menembusi jantung rakyat jelata
sihir kegelapan menutup jiwa
bercermin dalam keruh
gunung menghumbalang, laut melumat segala
tanah bongkah, angin menerjang
menjilat, lepas
tak usah kita berdebat siapa salah
langit timur menebar darah busuk rejim
langit selatan berkubang nanah
punggawa serakah
aku terbenam di air, api, tanah
O, Kau yang Awal, Kau yang Akhir
apa yang mesti kita lakukan
tempat kami tidak bertempat
jejak kami tak berjejak
tak ada yang kutahu kecuali
“ Ya Hu" dan "Ya man Hu"
Aku berserah
negeri pasir berkabut
2012
renote via : note FB
by Djoko Loekito on Thursday, December 29, 2011 at 10:50pm
like this poem.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar