Pernah tahu
rasanya kehilangan orang yang paling dicintai? Saya pernah. Pernah, menunggu
kamu tau jika saya masih di sini setia memandangimu. Dan saat semua doa saya
terkabul terkadang lebih menyakitkan dibandingkan, saya hanya memandangimu dari
tempat ini. Karena saat itu saya harus
rela melepaskanmu.
Sejuta rindumu
kadang membuat saya terenyuh, tersiksa, tersayat dan teriris . Sungguh saya
juga ingin menyatakan sejuta rindu yang sama, tapi bisa apa saya? Melihatmu
aman, bahagia dan damai itu sudah cukup. Kareana itu saya mohon tersenyum lah!
Tidak, saya tidak ingin kamu mengalami hal
yang sama seperti saya. Kamu tulus mencintai saya itu sudah cukup bagi saya.
Saya mohon jangan menangis lagi. Berbahagialah tanpa saya. Saya yakin kamu
pasti bisa!
Maaf mungkin semua
ini terlambat. Tapi saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah
kamu berikan. Terimakasih karena kamu
dengan lembut telah mendukung hari – hari saya selama ini. Terima
kasih. Maaf atas kesalahan – kesalahan yang pernah saya perbuat. Maaf saya tidak
bisa melindungi dan menjagamu. Maaf saya tidak pernah bisa menyelesaikan
rancangan masa depan yang dulu telah kita buat. Maaf hingga akhir saya hanya
dapat membuatmu kecewa dan bersedih. Terimakasih, kamu telah mencintai saya
dengan tulus itu sudah sangat cukup bagi saya.
Sekali lagi saya meminta maaf. Selamat tinggal. Berbahagialah!
***
Saya harus pergi sekarang. Melihatmu tersenyum
hari ini sudah dapat mengobati usaha saya selama ini, untuk memandangimu dari
kejauhan. Sayonara.
***
Yah, apa bunda boleh
mencoba? Yah, bunda rindu ayah. Bunda tidak pernah bisa melupakan ayah. Bunda sayang ayah, selalu. Yah, hari ini mas Ardi datang lagi. Kali ini ia
membawa bunga krisan putih. Bukan dalam bentuk bucklet, yah, tapi bunga dalam
bentuk benih. Katanya agar bisa memenuhi deret bunga krisan di toko bunga kita,
yah.
Yah, bunda tiba – tiba
saja ingat lelucon konyol ayah. Kalau ayah sudah tidak dapat menjaga dan
melindungi bunda ayah ingin lahir kembali menjadi bunga. Ayah bilang, paling
tidak dengan menjadi bunga, ayah bisa menemani hari – hari bunda, bisa melihat
bunda tersenyum, melihat bunda menangis juga kan yah? Bunda rindu ayah,
sungguh.
***
“Jangan menangis, Jangan menangis, jangan menangis”suara saya terus
berkelu demikian, tapi saya tau kata –
kata ini tak pernah tersampaikan padamu. Mulai lah
berjalan, berjalan tanpa saya, kenangan akan berada
di sisimu selalu. Genggam semua
yang pernah terjadi. Di sini lah saatnya saya pergi. Saat dimana kamu bisa
tersenyum tanpa saya. Lahir kembali menjadi bunga dan melihatmu dapat tersenyum itu sudah cukup bagi saya. Sekarang saatnya
saya pergi.
&
hana
lirik lagu : http://www.jpopasia.com/lyrics/3345/orange-range/hana.html
"ketika sebuah rindu hanya dapat menguap menjadi sebulir air mata"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar