Sabtu, 24 Desember 2011

Hana ( bunga )



Pernah tahu rasanya kehilangan orang yang paling dicintai? Saya pernah. Pernah, menunggu kamu tau jika saya masih di sini setia memandangimu. Dan saat semua doa saya terkabul terkadang lebih menyakitkan dibandingkan, saya hanya memandangimu dari tempat ini.  Karena saat itu saya harus rela melepaskanmu.
Sejuta rindumu kadang membuat saya terenyuh, tersiksa, tersayat dan teriris . Sungguh saya juga ingin menyatakan sejuta rindu yang sama, tapi bisa apa saya? Melihatmu aman, bahagia dan damai itu sudah cukup. Kareana itu saya mohon tersenyum lah!
 Tidak, saya tidak ingin kamu mengalami hal yang sama seperti saya. Kamu tulus mencintai saya itu sudah cukup bagi saya. Saya mohon jangan menangis lagi. Berbahagialah tanpa saya. Saya yakin kamu pasti bisa!
Maaf mungkin semua ini terlambat. Tapi saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah kamu berikan. Terimakasih  karena kamu dengan lembut  telah  mendukung hari – hari saya selama ini. Terima kasih. Maaf atas kesalahan – kesalahan yang pernah saya perbuat. Maaf saya tidak bisa melindungi dan menjagamu. Maaf saya tidak pernah bisa menyelesaikan rancangan masa depan yang dulu telah kita buat. Maaf hingga akhir saya hanya dapat membuatmu kecewa dan bersedih. Terimakasih, kamu telah mencintai saya dengan tulus itu sudah sangat cukup bagi saya.  Sekali lagi saya meminta maaf. Selamat tinggal. Berbahagialah!
***
 Saya harus pergi sekarang. Melihatmu tersenyum hari ini sudah dapat mengobati usaha saya selama ini, untuk memandangimu dari kejauhan. Sayonara.
***
Yah, apa bunda boleh mencoba? Yah, bunda rindu ayah. Bunda tidak pernah bisa melupakan ayah.  Bunda sayang ayah, selalu. Yah,  hari ini mas Ardi datang lagi. Kali ini ia membawa bunga krisan putih. Bukan dalam bentuk bucklet, yah, tapi bunga dalam bentuk benih. Katanya agar bisa memenuhi deret bunga krisan di toko bunga kita, yah.
Yah, bunda tiba – tiba saja ingat lelucon konyol ayah. Kalau ayah sudah tidak dapat menjaga dan melindungi bunda ayah ingin lahir kembali menjadi bunga. Ayah bilang, paling tidak dengan menjadi bunga, ayah bisa menemani hari – hari bunda, bisa melihat bunda tersenyum, melihat bunda menangis juga kan yah? Bunda rindu ayah, sungguh.
*** 
“Jangan menangis, Jangan menangis, jangan menangissuara saya terus berkelu demikian, tapi saya tau kata – kata ini tak pernah tersampaikan padamu. Mulai lah berjalanberjalan tanpa saya, kenangan akan berada di sisimu selalu. Genggam semua yang pernah terjadi. Di sini lah saatnya saya pergi. Saat dimana kamu bisa tersenyum tanpa saya. Lahir kembali menjadi bunga  dan melihatmu dapat tersenyum  itu sudah cukup bagi saya. Sekarang saatnya saya pergi.




241211 1.45
kostan Nadia Farhani

 inspirated by ORANGE RANGE


Sayonara  


lirik lagui:  http://www.jpopasia.com/lyrics/6039/orange-range/sayonara.html
&


hana
                         
                              lirik lagu : http://www.jpopasia.com/lyrics/3345/orange-range/hana.html





"ketika sebuah rindu hanya dapat menguap menjadi sebulir air mata"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar