Sabtu, 31 Desember 2011

2012


Siapa yang akan terjaga ketika ruh meniup negeri?
siapa yang menjaga tidur lelap anak - anak kami?
di luar, dendam api menjilat kota desa lembah luka, liar
anak panah, kelewang berkilat menyayat
cambuk berlumur darah anak bangsa
dirajam, diperkosa, dijarah
atas nama negara
tak usah kau berdebat siapa menjarah
langit utara bergulung dusta dari istana
langit barat menebar nista wakil kita
aku terbaring di perahu memar

Siapa yang terjaga ketika sangkakala ditiup nanti?
di luar, peluru berdesing menembusi jantung rakyat jelata
sihir kegelapan menutup jiwa
bercermin dalam keruh
gunung menghumbalang, laut melumat segala
tanah bongkah, angin menerjang
menjilat, lepas
tak usah kita berdebat siapa salah
langit timur menebar darah busuk rejim
langit selatan berkubang nanah
punggawa serakah
aku terbenam di air, api, tanah

O, Kau yang Awal, Kau yang Akhir
apa yang mesti kita lakukan
tempat kami tidak bertempat
jejak kami tak berjejak
tak ada yang kutahu kecuali
“ Ya Hu" dan "Ya man Hu"
Aku berserah


negeri pasir berkabut
2012


renote via : note FB 
by Djoko Loekito on Thursday, December 29, 2011 at 10:50pm


like this poem.. :)

Rabu, 28 Desember 2011

strawberry is you




            “Eh, kayaknya gue gak jadi deh nikah umur 24 tahun. Ada yang mau ngelamar gue saat – saat ini juga boleh,” ucap Sita pada ku tiba – tiba.
            “Terus kenapa malah cerita sama gue?” tanyaku pura-pura tak peduli. Padahal jujur saja pernyataannya yang tiba-tiba membuat degup jantungku berlari lebih cepat. Untuk apa dia cerita padaku? Ini seperti sebuah kemenangan tersendiri bagiku.
            “Soalnya……”
            Belum sempat Sita melanjutkan kalimatnya buru-buru ku kencangkan volume mp3 hp dan memasangkan earphone yang sedari tadi kucopot sebelah. Aku tau sebentar lagi Sita akan menggombal. Jangan tanya apa rasanya digombalin Sita. Gombalan Sita yang hanya sekedar becanda bisa membuatku GR setengah mati.
            “Ih, Om, dengerin dong! Sita belum selesai ngomong nih!” ucap Sita langsung menyambar earphone ku dan melepasnya secara paksa dari telingaku.
            “Males ah, pasti mau ngegombal,” ucapku. Panggilang Om itu kadang juga membuatku jengah. Om siapa? Emang aku ada hubungan darah sama ayah atau ibunya apa? walau begitu kadang membuatku merasa sangat khusus. Atau jangan-jangan selama ini dia juga sering berbicara begitu dengan semua cowok?
            “Hahaha, tau aja! Pokoknya gue cuma pengen lo tau aja, kan lo mau nikah muda juga.….” Sumpah lah jantungku makin kian berdetak lebih kencang, dengan jawabanya. “Siapa tau bisa barengan nikahnya lo bersama calon istri yang belum lo tau itu dengan gue bersama cowok yang mau ngelamar gue. Hahahahaha,” ah, sial gue terpancing godaannya lagi. Pake mencibir pula! Dia tau betul aku enggan pacaran dan ingin nikah muda. Sudah kamu menang sit, kamu menang! Boleh kan kita udahan main kayak ginian. Bisa-bisa aku beneran jatuh cinta sama kamu, jika kamu terus ngegombal dan memancingku kayak gini terus.
            “Ya, ya ya terserah lo aja. Udah nih contoh tugas yang lo minta udah gue masukin ke laptop lo. Lo ke kampus jam berapa?” ucapku, mulai sesegera mungkin menyelesaikan makanan yang tadi ku pesan.
            “Ini. Abis gue nyalin jurnal. Kenapa emang? eh iya, makasih ya. Akang baik banget deh,” ucap Sita mengeluarkan senyum memikatnya.
            Keinginannya sudah terpenuhi, baru manggil aku akang. Biasanya cuma manggil om. Panggil nama saja kek sekalian.
“Iya, dek. Akang duluan ya. Ada praktikum pagi nih,” ucapku menyelesaikan makan dan berdiri dari meja makan yang sedari tadi kita berdua tempati.  Sita tak bergeming. Tak mendengar perkataanku atau memang pura-pura tak mendengar?
“Neng, akang pergi duluan ya,” ucapku sekali lagi.
“Eh, iya – iya, om. Lagi sibuk nyalin nih,” ucapnya tak menoleh.
“Tadi akang, sekarang om lagi. Kebiasaaan deh?” ucapku memincingkan mata ke arahnya.
“Biarin aja suka-suka gue dong, lo juga manggil gue ‘neng’ segala. Lo kan lebih tua, wajar gue panggil om, wooo,” ucap Sita tak mau kalah, masih tetap sibuk dengan bukunya.
“Yaudah, yaudah terserah lo. Gue pergi nih. Mau gak…..?” Ucapku memutuskan kalimat. Sadar apa yang barusan ingin kukatakan.
“Mau apa?” tanya kini berpaling ke arahku. Terlihat kejagalan dari mimik mukanya.
“Gak, gak ada kok. Lo kenapa?” berusaha mengalihkan perhatian. Tadinya aku ingin mengajaknya ke kampus bareng, toh kami satu kampus juga. Tapi apa boleh? Untuk apa? toh dia juga tak meminta.
“Gak, kenapa – napa kok. Emang gue kenapa?” tanya Sita, seperti orang menahan sakit.
“Muka lo kayak orang kebelet. Yaudah ya, gue ke kampus duluan,” ucapku pergi begitu saja takut dia masih menanyakan maksud perkataan ‘mau gak’ yang tadi ku utarakan.
*                                                                       
                ‘Om, kenapa ya gue ngerasa lo ngejauh dari gue. Apa perasaan gue doang?’ pertanyaan dari Sita itu mendarat begitu saja lewat sms di HP ku.
            Aku tentunya bingung harus menjawab apa. Apa tidak perlu kujawab seperti sms-sms sebelumnya? Tapi rasanya hati ini tidak tega untuk melakukannya. Oke jujur sebenarnya  aku merasa kan hal lain pada Sita dan aku tidak mau hal itu berkembang terlalu jauh. Karena itu ku pasang aksi sedikit menjauh. Kupikir Sita tak akan begitu sadar. Tapi dari sms-nya kali ini, aku rasa dia merasakannya.
            Beberapa kali aku mengetik sms dan menghapusnya antara ingin to the poin pada nya, cerita panjang-lebar atau hanya membalasnya dengan singkat. Berulang kali hingga yang aku kirim hanya sms keangkuhanku : ‘perasaan lo doang kali.’
            ‘Mmm, mungkin begitu ya om. Tapi om jahat banget sms aku yg sebelumnya gak pernah dibales. Om, gue lagi panen strawberi, mau?’ sms dari Sita masuk.
Aku binggung harus menjawabnya. Hingga akhirnya 2 jam kemudian aku baru membalas smsnya. ‘Lagi gak ada pulsa. Waduh, asik nih. Mau dong strawberi-nya besok di bawa ke kampus.
            Tak beberapa lama ada sms masuk dari sita lagi. ‘bagus deh kalau gitu. Eh, kalau strawberi mah udah di jual sama orangtua ku. Kalau bibit strawberinya aja gimana?’
            ‘Boleh deh, jam 7 pagi ya di tempat biasa.’ Balasku singkat.
            ‘Yaudah, oke. Tuh kan lo pasti bohongin gue. Sms lo mana pernah sesingkat itu. lo kenapa sih? Marah sama gue?’ balas Sita lagi.
 Ini nih yang membuat ku jengah. Sita bukan seorang gadis yang mudah percaya dengan orang lain. Pikirannya selalu menjalar kemana – mana dan kadang selalu benar. Bodohnya, aku tak pernah bisa menang darinya. Akhirnya ku balas sms-nya dengan sejujur mungkin.
**
Esoknya saat ku datangi kafe dekat kostan tempat kami berdua sering bertemu, Sita sudah duduk di meja. Jantungku kini berdetak lebih kencang kuakui ada perasaan lain dan ini bukan perasaan sebagai teman ataupun sebagai senior dan junior. Rasanya ingin kembali ke kostan. Tapi sosokku kini sudah tertangkap basah oleh padangannya. Mau tak mau aku menghampiri mejanya. Ku pandangi wajahnya. Sama seperti terakhir kali aku melihanya. Wajah orang menahan sakit dengan wajah putih pucat.
“Ini, bibitnya,” ucapnya cepat kemudian menutup separuh lebih mukanya dengan tisu mengalihkan pikiran ku tentang wajahnya yang pucat tadi.
“Makasih ya. Eh, lo kenapa pake tutup muka pake tisu gitu? “
“Haha, kan lo bilang lo risih liat gue,” ucapnya kini tidak lagi menutup mukanya dengan tisu tapi lebih membenamkan mukanya di atas meja, salah satu tanganya  memegang bagian tubuhnya entah dada, entah leher. Membuatku fokus kembali dengan pikirian sebelumnya.
“Ya, gak gitu juga kali neng. Lo kenapa neng?  Lo sakit?”
“Sssssss, fuuuuh, sss, gak kok. Sss, gue baik – baik aja, sss,” ucap Sita-sedikit aneh-berusaha menyakin kan ku kalau dia gak kenapa – napa.
“Serius, lo gak apa – apa?”
“Ssss, gak kok. Biasa penyakit, sss, bulanan kambuh, sss. Bentar lagi ssss, juga,sss, gak apa – apa, sss’” ucap Sita masih dengan posisi yang sama tanpa memandangku.
“Yaudah gue balik ke kosan ya kalau gitu,” ujarku melirik jam tangan karena harus segera belajar. Jam 10 nanti ada UAS.
***
Tak pernah ada kabar tentang Sita lagi. Apalagi sekarang libur semester genap, 2 bulan liburan kali ini kusibukkan dengan PKL. Tidak ada lagi sms meminta bantuan kepadaku dari Sita. Benar - benar lost contact. Aku sungguh merindukannya. Tapi bukan kah hal ini yang aku mau untuk menetralkan perasaanku padanya? Tapi kenapa ini begitu sangat sulit bagiku? Aku memandangi bibit strawberi.
Awalnya aku tidak pernah mengerti cara bercocok tanam. Tadinya aku mau menanyakan cara merawat bibit strawberi itu pada Sita. Tapi sengaja ku tahan, takut memperpanjang pembicaraaku dengan Sita. Alternatif cepat ku-searching cara perawatannya di internet. Kemudian secara perlahan sulurnya mulai tumbuh. Hingga pot kecil yang ku punya tak mampu lagi menampung bibit strawberi tersebut. Jangan ditanya rasanya, ini sungguh menyenangkan bagiku. Hal ini nampak seperti  menanam perasaanku pada Sita detik demi detik hingga berkembang dengan pesat. Aduh! Apa sih yang aku pikirkan, kenapa cinta-cintaan terus? Lalu kenapa Sita terus yang terbayang?
Sekarang baru juga 1 bulan lebih tapi daun-daun pada bibit strawberi mulai menguning perlahan tapi pasti seperti medekati kematian. Tapi bukankah itu bagus berarti seperti cintaku pada Sita yang semakin hari semakin padam? Tidak! Tidak seperti itu! Bibit strawberi itu adalah tanaman yang perlu hidup dan diperjuangkan, bukan perasaan hati!
Jujur aku jenuh di sini tanpa Sita. Aku rindu, sangat rindu, dengan banyolannya, gombalannya, senyumnya. Bukan karena tempat PKL yang tidak nyaman, mungkin juga karena aku PKL di daerah baru yang notabene lebih panas dari pada-Jakarta-tempatku tinggal. Oke, ini mungkin gila tapi tanganku menuju nomor kontak Sita dan meng-sms-nya.
‘Sit,kok bibit strawberi yang lo kasih itu sekarang mulai layu ya? Diapain ya bagusnya biar gak mati?’
            Aku sedikit deng-degan menunggu balasannya. 5 menit, 10 menit, 20 menit, 35 menit, 45 menit, 1 jam, 2 jam, aku terus melirik jam dinding tapi tetap belum berbalas. Oke-oke aku juga dulu suka menunda membalas smsnya. Jadi wajar kan kalau 2 jam juga belum di balas? Hingga aku tertidur dan bangun keesokan harinya sms masih juga tak berbalas.
*
            Apa Sita marah padaku? Sudah ketiga kalinya aku meng-sms nya selama 2 minggu ini tapi tetap tidak dibalas. Apa perasaan Sita juga seperti ini saat aku tak membalas smsnya? Apa Sita sedanng membalas dendam padaku dengan mengacuhkan ku?
*

Oke ini sudah kelewatan, Sita tak kunjung membalas. Padahal hari ini aku sudah harus kembali ke rumah karena masa-masa PKL ku sudah selesai. Aku keluar dari kamar untuk menyiram tanaman strawberi dan betapa kagetnya aku ketika tanaman itu kini benar-benar kering kerontan. Mati. Anehnya, dadaku sesak melihat pemandangan ini. Padahal kematian tanaman itu kan wajar. Mengapa aku merasa tidak bisa menerima kematian tanaman strawberi ini? Kenapa hatiku terasa begitu sakit?
Aku bergegas mengambil HP. Ini sudah tak dapat dibiarkan lagi. Aku harus menelepon Sita. Hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Belum sempat aku memecet tombol call. 1 pesan baru masuk ke HP ku. Dari Ahmed. Ada apa ya? tumben ada jarkoman kuliah. sekarang kan masih libur. Kubuka dan ku baca sms singkatnya.
‘Innalillahi wa innalillahi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah. Saudari/rekan kita/adik kelas kita Sita Raninya Prasetya pagi tadi. Di mohon doanya dan diberikan keiklasan bagi keluarga dan rekan-rekan yang ditinggalkan.’
Aku terdiam. Ini tidak mungkin! Air mataku jatuh. Pasti aku salah baca. Kembali kubaca ulang nama almarhum. Tetap sama.
******
 Masih tidak menerima dengan kenyataan hari ini aku datang ke rumah Sita. Rumah yang pernah dalam benakku akan menjadi saksi bisu, aku melamar Sita 1 tahun lagi. Kini menjadi saksi bisu bahwa hingga detik ini aku mencintainya. Aku tidak pernah tau Sita menganggapku apa, tapi tadi Ahmed menitipkan ku sebuah buku diari milik Sita. Anehnya aku diperkenankan untuk membaca, bahkan menyimpannya.
15 November
Ih, seniorku yang satu ini kocak banget deh. Komdis tapi mukannya imut.
23 November
Ih, ternyata senior yang satu ini orang baik banget. Mau aja lagi aku panggil om.
1 Desember
Ah, om lucu banget sih! Gak mau di panggil om tapi sok-sokan manggil aku neng. Ah, jadi merasa khusus nih.
24 Desember
Naha aku jadi suka sms-an gini sih sama si om? Aneh. Kan aku minta tolongnya udahan?
29 Desember
Waduh, ini kenapa aku jadi suka ngegombal gini sih? Kebanyakan nonton OVJ nih. Tapi reaksi si om kalau digombalin lucu juga. J
 3 Januari
Liburan tetep weh sms-an sama om. Bisa-bisa jatuh cinta nih. Eh, liat fb om sebentar lagi ulang tahun nih. Kasih apa ya?
13 Januari
Kasih apa, kasih apa? aduh binggung harus kah aku kasih suprisse atau atau kasih kado aja? Atau gak kasih apa-apa? ulang tahunya teh besok. Apa kasih manisan strawberi aja ya? Bisi suka. Hahaha. teu modal pisan.
14 Januari
Gak ada yang spesial. Biasa aja. Yaudahlah. Kasih kadonya juga teu niat mereun.
29 Januari
Naha, akhir0akhir ini teh dada sering nyeri. Apa lagi setiap deg-degan atau lagi sedih. Eh, tapi ini teh wajarkan yah?
26 Februari
Lama teu nulis ti mari. Damang? Aku teh teu damang ceunah, Angina pectoris? What? It’s me? L
23 Maret
Ulang tahun juga akhirnya. 19 tahun juga. Hehe. Tahun depan masih hidup gak ya? Ada yang special gak ya dari om?
26 April
Kangen sama om, naha sms ke om  teu membalas? L eh, apa aku udah jatuh cinta ya sama om? Emang boleh gitu? Inget usia, neng!
30 April
Mamah mulai curiga ada yang gak beres denganku. Ya tuhan, apa aku masih bisa menyembunyikannya? Aku teu ingin mama-papah sedih.
24 Mei
Asik, ternyata om gak marah sama aku. J tapi om mau menjauh. Kenapa ya? Boleh aku berpikiran om suka sama aku? Hehehe.  besok ketemu om., kasih bibit strawberi, hore! Aduh, nyesek – nyesek. Gak boleh kayak gini! Kenapa ya tiap seneng dikit aja nyeri banget ini dada.. J
18 Juni
Kangen. L Beneran atulah dia menjauh tea, teu ada kabar. L kangen berat sama Om, tapi aku bisa apa? om kan yang mau menjauh teh? Masa aku yang kegatelan menghubungi duluan? aduh, lagi2 nyeri kalau keinget om.
27 Juni
Oke, mama papa akhirnya tau! L unstable angina. Parah ceunah katanya. Hari ini kata mama ada sms dari Om. Tapi aku masih belum boleh bergerak banyak jadi sulit bales sms om.
30 Juni
Check up yang aneh. Naha aku harus nginep segala?
4 Juli
Om sms aku lagi, untuk yang ke 3 kalinya dengan pertanyaan yang hampir sama kata mamah. Aku ingin membalas, tapi mama mencegah takut aku nangis ceunah. Kalau aku terlalu sedih/senang bisa bahaya. Hahaha. Penyakit yang aneh. Mama akhirnya tau om itu orang yang aku taksir. J
10 Juli
Capek ah, penyakitnya gak asik! Gak boleh seneng, gak boleh sedih, ga boleh stress, gak boleh banyak pikiran. Sekalian aja gak boleh hidup! L Tinggal di rumah sakit itu membosankan. Ngelarang semua hal kayak gitu, sama aja buat aku stress. Gak boleh mikir banyak sama aja buat aku down. Om kangen sama kamu, kangen banget!
11 Juli
Haduh akhirnya aku terbangun setelah pingsan nulis di sini kemarin. Om, kangen om, gak tau kenapa aku ngerasa aku gak akan lama lagi. Om, tentang sms pertanyaan mu itu, mana bisa strawberi tumbuh di daerah panas seperti itu. itu seperti merawatnya menjelang kematian. Om, aku mau deh jadi bibit strawberi itu. biar bisa dirawat sama kamu sebelum mati. #eaa Aku ngegombal tea. Aku pengen ngegombal ke om. Mmm, mungkin juga tananaman strawberinya Layu verticillium atau mungkin terjangkit Tetranychus sp-Tarsonemus sp. Haha. baru ambil mata kuliah botani semester kemarin, nih.
18 Juli
Sakit. Gak kuat om. L
24 Juli
Om, kangen. Om, pengen ketemu om. tapi kalau ketemu om, akunya udah gak ada di sini lagi kayaknya. L
25 Juli
Om, sekarang aku udah pasrah. Mana mungkin aku berharap om melamarku ya? Duh, pikiranku udah mau mati aja, malah mikir kemana. - mana. Sumpahlah gak kuat om. L
*******

 Keterangan:

·         Naha: Kenapa
·         Weh: saja
·         Teu : gak
·         Bisi : takutnya
·         Ceunah: kayaknya
·         Mereun: kayaknya
·         Ti mari : di sini
·         Damang: sehat


Sabtu, 24 Desember 2011

Hana ( bunga )



Pernah tahu rasanya kehilangan orang yang paling dicintai? Saya pernah. Pernah, menunggu kamu tau jika saya masih di sini setia memandangimu. Dan saat semua doa saya terkabul terkadang lebih menyakitkan dibandingkan, saya hanya memandangimu dari tempat ini.  Karena saat itu saya harus rela melepaskanmu.
Sejuta rindumu kadang membuat saya terenyuh, tersiksa, tersayat dan teriris . Sungguh saya juga ingin menyatakan sejuta rindu yang sama, tapi bisa apa saya? Melihatmu aman, bahagia dan damai itu sudah cukup. Kareana itu saya mohon tersenyum lah!
 Tidak, saya tidak ingin kamu mengalami hal yang sama seperti saya. Kamu tulus mencintai saya itu sudah cukup bagi saya. Saya mohon jangan menangis lagi. Berbahagialah tanpa saya. Saya yakin kamu pasti bisa!
Maaf mungkin semua ini terlambat. Tapi saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah kamu berikan. Terimakasih  karena kamu dengan lembut  telah  mendukung hari – hari saya selama ini. Terima kasih. Maaf atas kesalahan – kesalahan yang pernah saya perbuat. Maaf saya tidak bisa melindungi dan menjagamu. Maaf saya tidak pernah bisa menyelesaikan rancangan masa depan yang dulu telah kita buat. Maaf hingga akhir saya hanya dapat membuatmu kecewa dan bersedih. Terimakasih, kamu telah mencintai saya dengan tulus itu sudah sangat cukup bagi saya.  Sekali lagi saya meminta maaf. Selamat tinggal. Berbahagialah!
***
 Saya harus pergi sekarang. Melihatmu tersenyum hari ini sudah dapat mengobati usaha saya selama ini, untuk memandangimu dari kejauhan. Sayonara.
***
Yah, apa bunda boleh mencoba? Yah, bunda rindu ayah. Bunda tidak pernah bisa melupakan ayah.  Bunda sayang ayah, selalu. Yah,  hari ini mas Ardi datang lagi. Kali ini ia membawa bunga krisan putih. Bukan dalam bentuk bucklet, yah, tapi bunga dalam bentuk benih. Katanya agar bisa memenuhi deret bunga krisan di toko bunga kita, yah.
Yah, bunda tiba – tiba saja ingat lelucon konyol ayah. Kalau ayah sudah tidak dapat menjaga dan melindungi bunda ayah ingin lahir kembali menjadi bunga. Ayah bilang, paling tidak dengan menjadi bunga, ayah bisa menemani hari – hari bunda, bisa melihat bunda tersenyum, melihat bunda menangis juga kan yah? Bunda rindu ayah, sungguh.
*** 
“Jangan menangis, Jangan menangis, jangan menangissuara saya terus berkelu demikian, tapi saya tau kata – kata ini tak pernah tersampaikan padamu. Mulai lah berjalanberjalan tanpa saya, kenangan akan berada di sisimu selalu. Genggam semua yang pernah terjadi. Di sini lah saatnya saya pergi. Saat dimana kamu bisa tersenyum tanpa saya. Lahir kembali menjadi bunga  dan melihatmu dapat tersenyum  itu sudah cukup bagi saya. Sekarang saatnya saya pergi.




241211 1.45
kostan Nadia Farhani

 inspirated by ORANGE RANGE


Sayonara  


lirik lagui:  http://www.jpopasia.com/lyrics/6039/orange-range/sayonara.html
&


hana
                         
                              lirik lagu : http://www.jpopasia.com/lyrics/3345/orange-range/hana.html





"ketika sebuah rindu hanya dapat menguap menjadi sebulir air mata"



Selasa, 20 Desember 2011

with love


Bulir – bulir air mata ini masih jatuh. Raya tak pernah tau apa rasa yang sedang dialami. Hatinya sakit seperti disayat tapi ia hanya diam membisu. Raganya disini tapi seperti tak bernyawa. Belum, belum semuanya ia ceritakan suatu rahasia yang selalu tersimpan di hatinya yang terdalam. Dan Raya tak tau rahasia apa yang harus diungkapkan karena sampai saat ini pun Raya tak tau rasa apa yang tersimpan dalam hatinya itu.
“Iko, iko tunggu!”
“Iko, mau nginep di sini!”
“Iko, bunda jahat!”
“Iko, nanti kalau udah gede Aya mau nikah sama Andi, Iko jadi saksinya yah!”
“Iko, Aya sayang sama Iko! Iko jangan pernah ninggalin Aya, ya!”
***
            “Na,Tih, Sya, Ko, Ndi, Dit, sebel! Aya gak mau pindah rumah. Mau di sini aja, sama kalian. Huhuhu. Mau main sama kalian aja. huhuhu”
            “Dasar cengeng lo, Ya! Lo juga pindah rumah tetep di sini-sini juga. Tinggal jalan 10 menitan juga udah nyampe! Oh, iya, kan lo gendut! Gue lupa Ya, pasti lo butuh energi lebih buat gerak!”
“Hahahaha,” tawa ku, Adit, Sasya dan juga Ina.
            “Andi!!! Jahat banget sih, lo sama gue! Ko, Andi jahat! Marahin Andi, Ko!”
            “Iya, sini gue marahin. Andi gimana sih! Sama calon istri gak boleh kayak gitu!”
            “Iko…! Kok jadi calon istri – calon istri- an sih?” ucap Aya mengelak dengan manjanya dan hal itu yang membuat kadang aku kesal dengan Aya. Kadang aku ingin seperti Aya yang selalu bermanja – manjaan sama Iko. Aduh pikiranku ini! Masih kecil kayak gini tapi udah mikir cinta – cintaan melulu. Apa aku normal?
            “Dasar, aya. Seharusnya kan yang manja aku bukan kamu. Aku kan yang paling kecil. Hehehehe. Mas Andi mbok ya jangan jailin Aya melulu toh. Kasian kan Mas Iko kewalahan ngurus kalian berdua yang selalu aja ribut melulu,” ucap Sasya sodara kandung Andi dan juga sodara sepupunya Iko.
****   

The Fault



Hari ini saya termangu layu dalam keheningan. Sudah beberapa kali! Ribuan kali bahkan. Atau memang saya si wanita jalang? Si manusia tak tau diri? Jika tidak kenapa bahkan keluarga sendiri memvonis bahwa saya tak beguna? Biang onar, pembuat masalah?
Saya tak tau apa itu arti teman atau sahabat yang saya rasa kecewa, kepedihan,sakit dan luka. Berbagai topeng terbentuk dalam kenangan. Menjadikan saya ahli menjilat, menyulap wajah, membias kebohongan layaknya jalang. Tapi tahu kah engkau bahwa saya capek? Saya muak? Saya benci. SAYA BENCI DIRI SAYA SENDIRI. Jadi jika anda membenci saya itu wajar! Jadi jika anda muak melihat saya itu wajar! Jika anda menyangka saya pengecut itu wajar! Karena selama ini saya selalu memakai topeng! Bersembunyi dalam senyum bahagia, gelak tawa mempermalukan diri sendiri. Saya tau itu yang terbaik, karena tawa bahagia dari anda lah yang terlintas, saat saya mempermalukan diri sendiri.
Jika anda sayang saya, berarti anda telah terjebak dalam permainan topeng saya. Saya tak sebaik yang anda bayangkan! Saya tak semenarik yang terlihat, sekali lagi saya jelaskan saya sedang memainkan topeng dikala bersama anda – anda semua. Saya bahkan sangat mengerikan jika tidak memakai topeng, penuh dengan luka dan borok akan kebencian tentang perasaan, yang sebenarnya lebih nista dari seorang psikopat pun.
1-12-11

Kata – kata itu memenjarakan Andri dalam kegalauan. Sudah seminggu Sena menghilang. Tak ada kabar. Ruyam berkecambuk dalam pikirannya. Surat itu surat terakhir Sena yang diberikan sebelum Sena menghilang. Tiada yang tau apa masalah Sena bahkan Andri sendiri yang merupakan pacar Sena. Yang Andri tau Sena adalah seorang gadis yang energik, gelak tawa selalu menghiasi harinya. Sena tak pernah marah akan kata – kata kasar teman – temannya dikala sedang membicarakan fisik Sena yang terlalu datar di semua bagian dengan tinggi yang menjulang. Lalu kenapa Sena sekarang menghilang? Kenapa Sena menulis surat terakhir dengan keambiguan yang menyiratkan kebencian pada semua orang itu?
Andri mengenal Sena 2 tahun yang lalu. Pertemuan disaat Andri sedang pusing mencari seribu macam barang ospek. Sena menyapanya dengan senyum mengembang. Disitulah awal Andri mulai mengenal Sena dan jatuh cinta dengan Sena. Tak mudah tuk taklukkan hati Sena, beribu bahasa dan gaya tubuh ditunjukkan bahwa Sena tak ingin diusik, bahwa Sena masih ingin sendiri. Tapi entah kenapa ketulusan saat pernyataan cinta Andri dapat meluluhkan Sena. Sena menerima cinta Andri, tapi memang tidak ada yang berubah saat sebelum dan setelah mereka berdua pacaran. Sena masih dengan gelak tawanya bersama teman – temannya meninggalkan sebuah pertanyaan yang kadang Andri ingin tanyakan, ‘apakah Sena mencintainya?’
***
“Dri, udah ada kabar dari Sena? Gak ada Sena semuanya terbengkalai Dri, gue binggung, dia sakit apa sih dri?” Tanya Silvi teman sekelas Andri dan Sena.
“Belum, setiap gue ke rumahnya selalu kosong, selalu sepi,” jawab Andri panik seketika dengan pertanyaan yang Silvi tanyakan. teman sekelas Andri dan Sena.
“Sebenarnya Sena sakit gak sih, dri?”
“Gue, gak tau, kenapa lo bisa mikir dia sakit sih?” Tanya Andri harap – harap cemas.
“Karena….feeling gue gitu dri,”

***
Sil, gw gak bisa sil! Terserah kalau lo mau benci gue! Ini, udah kelewatan.  Gue gak bisa! Yang suka itu lo buka gw! Kenapa gue yang harus terus ngebohongin dia? Kenapa gue yang harus mencoba? Kenapa lo bukannya mencoba? Kenapa lo harus terus mempermainkan dia? Itu cara lo? Dengan gue sebagai alatnya? Gue sama dia manusia Sil! Bukan mainan!”
***
“Bau busuk yang aneh selalu tecium disekitar rumah dianggap enteng oleh warga. Setelah pemilik rumah kembali baru diketahui bahwa telah terjadi pembunuhan di rumah tersebut. Yang menjadi korban adalah anak beserta pembantu pemilik rumah tersebut. Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari 1 minggu,”
“Ah, acara TV makin gak bener aja deh!”
“Acara, apa sih, vi, kok tentang pembunuhan – pembunuhan gitu mama dengar barusan?” Tanya mama Silvi pada Silvi.
“Gak tau tuh mah, males nonton pembunuhan – pembunuhan jadi aku matiin deh TV-nya. Hehe, mama mau nonton?”
***
            “Please, aku mohon! Aku gak bisa ngelanjutin hal ini. aku gak bisa! Bukan aku, tapi kenapa harus aku? Please, lepasin aku! Please aku mohon,”
            “ Maksud omongan kamu apa? Aku enggak ngerti,kenapa Sen?”
            “Aku harap kamu bisa ngerti setelah baca ini. Ada dua surat, satu tentang aku dan satu tentang kita,”
***
            Andri Nampak geram. Marah kalut dan kesal dengan semua yang dia ketahui akhir ini. Andri emosi, memecahkan semua barang didepannya, melempar memukul dan menghancurkannya. Andri kecewa ternyata setelah hampir setengah tahun berlalu Andri hanya menjadi mainan.
***
            Belum selesai keterkejutan Andri dengan surat dari Sena, Andri harus kembali terkejut. Takut, cemas dan gelisah menyeruak. Andri berusaha menyadarkan diri tapi Andri sadar semua itu kenyataan bukan mimpi!  Andri, ingin menangis, ingin menguktuk kejadian ini. Hanya satu kata yang terbesit ‘gue harus melarikan diri!’
***
            “Ya, Tuhan! Silvi ini bukannya rumahnya Sena? Itu Sena, Vi!” jerit mama  Silvi ketika menyetel kembali TV yang baru saja Silvi matikan.
            “Yang,benar mah? Gak mungkin! Kata Andri, Sena lagi sakit! Gak mungkin mah!” ucap silvi sambil mengeluarkan air mata.
            “Siapa Andri itu, vi?”
            “Pacarnya Sena, mah. Minggu lalu dia bilang Sena lagi sakit. Udah seminggu Sena gak masuk karena sakit,”
            “Kamu harus hati – hati sama dia, Nak. Kemungkinan yang melakukan pembunuhan terhadap Sena dan pembantunya adalah Andri karena kejadian ini sudah lebih dari 1 minggu kan?”
            “Mama, enggak boleh negative tinking dulu mah! Andri orangnya baik. Gak mungkin membunuh orang,” ucap Silvi masih tersedu – sedu.
            “Mama, enggak berpikiran negatif, tapi coba kamu pikir dari TV tadi dinyatakan tidak ada barang yang hilangkan mama hanya curiga. Sekarang lebih baik kita ke sana dulu nenangin mama – papa-nya Sena,”
            “Mah, Silvi gak kuat! Silvi mau di rumah aja mah. Mah, ini pasti cuma kabar boongan!’” jerit Silvi masih dengan ketidak percayaan dengan apa yang disiarkan di TV.
                                                                    ***
Malam ini Silvi tersenyum. Usahanya akhirnya barhasil. Permainannya kini lebih menjiwai bahkan! Tak pernah Silvi merasakan permainan yang begitu menyenangkan, karena dia berhasil membuat mainannya merasa sangat bersalah. Bahkan kini mainannya diduga sebagai tersangka utama dalam permainan yang sedang ia susun ini. Teringat Silvi akan percakapannya dengan Sena terakhir kalinya hingga akhirnya permainan ini dapat dimainkan dengan begitu nyatanya.
            “Ayolah Sen! Ini kan cuma permainan. Dia gak akan kenapa – napa kok! Mumpung orang tua kamu juga lagi gak ada di rumah. Dia pasti syok kalau ngeliat kamu ternyata dalam kedaan naas penuh luka dan darah,”
            “Sil, tapi ini udah gak lucu! Lo pingin gue mati gitu?”
            “Ya, enggak lah kan cuma pura – pura tinggal tergeletak kaku terus pake darah – darah dari pewarna merah dicampur dengan madu. Pasti hasilnya keren. Please Sen, gue cuma pengen tau reaksinya dia. Gue pengen tau dia orangnya bertangung jawab atau enggak.
“Sil, gw gak bisa sil! Terserah kalau lo mau benci gue! Ini, udah kelewatan. Gue gak bisa! Yang suka itu lo bukan gw! Kenapa gue yang harus terus ngebohongin dia? Kenapa gue yang harus mencoba? Kenapa bukan lo yang mencoba? Kenapa lo harus terus mempermainkan dia? Itu cara lo? Dengan gue sebagai alatnya? Gue sama dia manusia, Sil! Bukan mainan!”
“Jadi lo gak mau bantuin gue? Kalau bisa gue mau ngelakuin ini semua sendiri, Sen! Tapi orang yang Andri suka dan sayang selamu ini itu lo, Sen! Bukan gue!”
“Itu karena lo gak berani ngungkapinnya, Sil! Sil, gw capek, ini udah kesekian kalinya lo permainin dia! Dan udah kesekian kalinya gue nurutin semua permainan lo! Gue gak pernah minta dia buat suka sama gue, karena gue gak punya perasaan suka sama dia, sil. Dia sendiri yang suka sama gue, sil! Gue gak mau lo terus mempermainkan dia dengan permainan – permainan lo yang aneh! Sil, gue udah minta putus sama dia dan dia udah tau semua permainan yang lo lakuin, tenang gue gak pernah nyebut – nyebut nama lo, gue cuma bilang ini semua gue lakuin sendiri. Sil, gue sayang dia. Please, tingkah laku lo seakan – akan kayak psiko…..Arrrgk, is,”
Kata – kata itu tidak pernah selesai terucapkan. Emosi Silvi akhirnya yang menikam Sena dari belakang. Sena jatuh terjerembab ke bawah bercucuran darah. Silvi tertawa. Jatuhnya Sena, menimbulkan suara yang cukup keras untuk dapat di dengar pembantunya. Pembantu Sena pun akhirnya menjadi pelengkap permainan yang Silvi buat.
Kini Silvi senang permainannya berjalan dengan sempurna. Tak ada yang tau pelaku pembunuhan itu sebenarnya. Hanya Andri yang diduga sebagai pelaku utama karena Andri orang yang masuk terakhir ke rumah itu. Silvi senang karena ternyata Andri orang yang bertanggung jawab walau sebenarnya bukan Andri yang melakukan pembunuhan itu.




1/12/10, revisi 20/12/11
asrama padjdjaran 2, 10:44 pm

Terima Kasih

Terima kasih..
Terima kasih telah mengajarkan banyak hal kepada saya walau hanya sebentar..
Terimakasih telah menjamah keheningan saya..
Terima kasih telah mengerti saya..
Terimakasih mau menerima keautisan saya..
Terimakasih mau mengingatkan saya..
Terimakasih mau mengerti saya,,
Terimakasih, untuk hari-hari indahnya,,
Terimakasih..
terimakasih, telah..
 mengajarkan saya bahwa jangan pernah percaya seseorang dengan sungguh-sungguh..
mengajarkan saya untuk sabar..
mengajarkan saya untuk jujur..
terimakasih..
maaf selalu merepotkan atas..
 kejagalan saya..
keautisan saya..
keisengan saya..
ke-aku-an saya..
keegoisan saya,,
jujur saya sayang anda dengan tulus,,

26/2/11
asrama padjdjaran

kamu



Menulis tersulit itu adalah tentang kamu.
Mudah dibayangkan tapi sulit diungkapkan.
Kemudian  saya akan menghapus kalimat panjang yang telah terukir di syaraf otak.
Masih sama, seperti sebelumnya, STUCK.



Rabu, 07 Desember 2011

Ajang Makanan Sehat dan Bergizi


di tulis tanggal : 241111, Asrama Padjadjaran 2, pukul 3 pagi.
masuk ke koran kompas hal 35, hari Selasa tanggal 6 Deember 2011
insya allah; terbit di FTIP MAGZ secepetnye ye...

VEGELICIOUS

 
“Lapar? Haus? Ingin makanan bergizi? Mau bakso tanpa boraks? Datang yuk ke GOR Pakuan!“ kalimat – kalimat seperti ini ramai dipromosikan mahasiswa jurusan teknologi industri pangan angkatan 2008 lewat jejaringan sosial seminggu sebelum acara Vegelicious diadakan. Acara ini adalah acara tahunan dari mahasiswa jurusan teknologi industri pangan, FTIP UNPAD yang merupakan pengaplikasian  dari mata kuliah teknologi pengembangan produk. Sesuai dengan judulnya tahun ini mengangkat tema Inovasi Kuiliner Berbahan Dasar Sayuran Yang Sehat dan Bergizi, setelah tahun – tahun sebelumnya mengangkat tentang inovasi produk berbahan dasar jamur (2007) dan rasi (2006).
Pengambilan sayuran sebangai komoditi dari inovasi produk ini didasari pada sayuran yang umumnya kurang diminati oleh masyarakat karena rasa dan aromanya yang tidak enak, padahal sayuran merupakan makanan yang sehat dan bergizi serta sangat diperlukan oleh tubuh. Pemikiran ini lah yang mendasari inovasi produk dari mata kuliah teknologi pengembangan Produk. Komoditas sayur yang kurang diminati seperti  bayam, wortel, daun pepaya, labu kuning, pakcoy, nanas, genjer, jagung, kol,  daun seledri, daun singkong dan terong  diinovasikan menjadi produk produk yang manarik dengan cita rasa yang lezat seperti lasagna te (lasagna terong), tokitos (tortilla kol ungu), chesse stick sledri, sate sale (sate labu kuning), sosis popey (sosis bayam), mie cool agar tomat, ci-pap (cireng isi daun pepaya), v-pap ( minuman sari daun pepaya), nuggie (nugget wotel dan bayam), greeny breezy (ek krim campuran nanas dan pakcoy), miss pumpkin (milk shake labu kuning) dam masih banyak lagi.  Total keseluruhan terdapat 60 inovasi produk dari 20 kelompok dengan 1 kelompok memiliki 3 inovasi produk. Rasanya? Jangan ditanya. Yummy!
            Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini acara dilaksanakan di GOR. Pakuan UNPAD setelah sebelumnya selalu diadakan di kampus.  Hal ini tentunya memikat dan menarik perhatian dari mahasiswa – mahasiswa dari fakultas UNPAD lainnya untuk hadir di GOR. Pakuan UNPAD hari Rabu lalu tanggal 23 November 2011.  Harga jual yang di patok dari inovasi produk ini pun bisa dikategorikan murah, mulai dari Rp 1.500 – Rp 5000. Hal ini juga yang menarik perhatian salah satu dosen asing dari fakultas sastra untuk hadir dan membeli inovasi  - inovasi produk tersebut.
            Serunya lagi, acara ini sekilas nampak seperti karnaval dengan kostum yang seragam antar para penjual produk perkelompoknya seperti di stand green meals, genjer spot, saung bayam, pumkin spot dan tentunya 16 stand lainnya. Seakan ingin mengingatkan para pembeli, beberapa stand dari inovasi – inovasi produk ini bahkan sudah mencantumkan nutritions fact beserta kalori yang dihasilkan dari inovasi produk tersebut. Jangan khawatir soal rasanya, kita bisa mencoba terlebih dahulu sebelum membelinya. Jadi kalau suka bisa langsung dibeli saja, inovasi produknya. Belum lagi para penjual yang lalu - lalang mempromosikan inovasi produknya beserta sampel inovasi produk tentunya. 
                              
                      
Kostum yang seragam antara mahasiswa yang berjualan di setiap stand-nya

            Adanya  kegiatan tersebut dari mata kuliah Teknologi Pengembangan Produk diharapkan akan membatu para mahasiswa untuk membuka peluang usaha sendiri nanti setelah lulus. Inovasi produk ini diharapkan akan meningkatkan jumlah masyarakat yang gemar sayuran serta menciptakan masyarakat yang sehat.
   


                                       
                           Suasana ramai pengunjung


       



Mahasiswa yang mempromosikan produknya


 
Tabel nutritions fact