Pernah tau arti kata
merdeka? Jika pernah tolong definisikan hal itu padaku, karena aku tak pernah
tau definisi merdeka. Jika definisi merdeka adalah kebebasan, maka saat ini
mungkin adalah saat aku merasa merdeka.
Kamu bilang, kamu tidak
akan pernah meninggalkanku, tidak akan pernah melupakanku, dan tidak akan
melepas silaturahmi padaku. Nyatanya kamu telah berubah. Kamu bukan lagi sosok
yang aku kenal dulu. Kamu hanya seorang lelaki berhati dingin dan beku yang
kebetulan masih dapat kutemui setiap harinya di kelas. Sudah terlalu banyak kejujuran
yang aku ucapkan kepadamu, sudah banyak rahasia yang kuceritakan kepadamu, namun
kamu masih bergeming, seolah kini aku tak pernah ada lagi.
Hey, apa yang salah
padaku? Apa ada tingkah lakuku yang membuatmu menjauh dariku? Tolong katakan
aku tak bisa seperti ini terus, terasingi darimu. Beribu pertanyaan yang
tadinya tertahan mulai menguap satu persatu di hadapanmu, namun kamu masih tetap
bergeming. Mana janjimu? Nampaknya silahturahmi antara kita berdua pun tak
sanggup terjalin lagi.
Bodohnya aku masih
selalu menceritakan kejujuran padamu, kejujuran dari rahasia yang tak pernah
bisa aku ungkapkan ke orang lain. Nampaknya usaha ku tak kian membuahkan hasil. Kamu
masih tak berubah. Satu yang sama dari dirimu saat ini. Kamu orang yang tak
kukenal. Aku lelah, aku merasa ada jarak antara aku dan kamu. Jarak itu adalah
sebuah luka nanah yang tak kian sembuh dan hanya kamu obatnya.
Kamu tau? berkali-kali
aku mencoba tak menghubungimu, mencoba tak menghiraukan setiap langkahmu, namun
jari-jari tololku ini kerap kali beradu dengan tuts HP untuk mengetik namamu. Seolah
sebuah modus, aku terus mengirimmu berbagai pesan yang aku sadar tak akan
pernah kamu balas. Berbagai cara telah aku lakukan agar hatimu melumer, agar
kamu kembali seperti dulu tapi selalu saja tak berhasil.
Kamu tau? dada ini
sesak karenamu, karena kehilangan sosokmu. Perasaan ini hancur setiap teringat
namamu. Rasa ini nampaknya lebih menyakitkan dibanding para rakyat pribumi yang
dikekang dari kemerdekaannya, yang dianiaya, dibunuh atau pun diperkosa oleh
bangsa penjajah. Aku terkurung, terperangkap oleh angan tentangmu yang begitu
semu. Vonisan dokter tentang penyakit bipolar
disorder yang aku punya pun tak lagi menyakitkan dibandingkan penyebutan namamu
di relung hatiku.
Aku berpikir keras agar
hatimu tergerak, agar kamu tak akan meninggalkanku lagi, agar kamu tak akan
pernah melupakanku lagi, agar aku terbebas, agar aku merdeka. Dan kutemukan
cara ini lah satu-satunya terampuh yang aku punya. Cara yang akan memerdekakanku
darimu bahkan dari dunia yang kelam ini. Sekarang aku merdeka!
Kamu menangis entah
untuk apa. Hey, kamu tau, aku di sini
merdeka? Aku merdeka karena melihatmu menangis pilu. Sekarang aku tau kamu
memerlukanku, kamu membutuhkanku, kamu tidak pernah lupa padaku, kamu tak penah
meninggalkanku, kini kutemukan sosokmu yang dulu kukenal. Di sini, di dunia
lain. Dunia yang kini berbeda antara aku dan kamu.
*
Arya
banyak menghabiskan waktu untuk berpikir, berusaha melupakan tentang Fani. Ia hanya
ingin menyendiri mengasingkan perasaan asing yang masuk kejiwanya. Perasaan asing
yang dibawa oleh Fani. Namun sms-sms Fani kian mengusik, baru kali ini
Arya mengerti tentang penyakit bipolar
disorder yang Fani derita. Kini sudah terlambat bagi Arya untuk menyesali, Fani
telah memilih untuk membebaskan dirinya dari penyakit itu, memerdekakan hati
dan juga pikirannya. Arya hanya bisa memeluk erat badan Fani yang remuk jatuh
dari lantai 2 rumah sakit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar