Dulu saya
disegani banyak orang. Tak ada satu pun orang yang mau berurusan dengan saya. Jangan
kan orang miskin, orang kaya saja ogah berurusan dengan saya. Kenapa kamu
tertawa? Ah, saya tau dalam hati kamu sedang menertawakan saya, menganggap saya
murahan.
Saya terlahir
dari di dunia atas dasar ketidakadilan. Mereka bilang jika kejahatan dan
ketidakadilan muncul bertemu saja dengan saya, maka masalah akan beres. Bagaimana?
Kamu masih mau berurusan dengan saya?
Tapi sepertinya
jaman telah berubah. Sekarang siapa yang tak ingin berurusan dengan saya? Jika dulu
orang miskin pun memohon-mohon untuk tidak berurusan dengan saya. Sekarang orang
miskin bahkan orang kaya senang sekali berurusan dengan saya. Mereka tak
segan-segan play victim untuk mendapatkan massa dan suara. Semurah itukah jati
diri saya untuk diobral pada jaman ini?
Kamu tau banyak
massa menentang jika orang-orang kaya itu harus tinggal bersama saya. Prosesnya
akan panjang dan bertele-tele, tanpa ujung. Lalu seperti menjadi korban mereka
akan tinggal bersama saya kurang dari satu
tahun. Lalu diam-diam pergi meninggalkan saya. Hei, tau apa mereka yang datang dan
pergi tentang perasaan saya?
Hei, kamu tau? Sekarang
bukan hanya orang-orang kaya yang senang berurusan bahkan tinggal dengan saya. Sebut
saja si artis itu, atau pemerintah daerah itu, oh atau atau juga tokoh agama
itu. Mereka seolah-olah berlomba untuk bertemu dan tinggal bersama saya.
Kesal rasanya! Dikira
saya ini murahan apa, mau berurusan dengan semua kalangan? Harga berurusan
dengan saya mahal tau! Jangan mentang-mentang tinggal dengan saya dikasih makan
gratis, dikasih tempat tinggal gratis. Kamu pikir menghidupi orang-orang untuk
tinggal bersama saya itu mudah? Sekarang kamu masih anggap saya murahan?!
![]() |
| photo available at okezone.com |
Ah, kamu lagi-lagi
hanya diam melihat segepok uang itu. Masih mau kamu bermain dengan uang-uang
itu? Tak apa-apa! Ambil lah uang itu sebanyak-banyaknya. Agar jika ketahuan
semakin lama kamu akan tinggal dengan saya. Kebetulan saya sepertinya tertarik
denganmu. Iya, memangnya siapa lagi yang akan tertarik dengan orang jahat
kecuali saya si Lembaga Pemasyarakatan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar