Kamu, hanya
mengeluh ketika menatapku. Helaaan nafas sesekali terdengar darimu. Tanganmu bahkan
beberapa kali mengacak rambut tanpa sadar. Kamu berusaha tersenyum padaku. Sedang
menyemangati dirimu sendiri, mungkin.
Sesekali pandanganmu teralih
padanya. Berusaha mencuri-curi pandang ketika aku lengah. Menimbulkan segenggam
cemburu membabibuta dariku. Hei, mengapa kamu berpaling?
Hei, aku di sini! Menunggumu menggelitik
tubuhku dengan menggebu-gebu. Tidakkah kau merindukan hal itu?
Kali ini kamu hanya diam, sesekali
menghela nafas saat menatapku. Ada rasa lemas tak bersemangat saat kita saling
bertatapan. Mengapa? Tak mampu kah kau meneruskan kebersamaan yang telah kita
jalin, beberapa saat ini?
Beberapa menit kemudian kamu
berpaling dariku, memandanginya lagi. Tak lama kemudian, kamu benar-benar masuk
kedunianya. Tak ada lagi keluhan, tak ada lagi helaan nafas yang beberapa menit
lalu kulihat, hanya ada senyuman dan tawa lepas darimu.
Kemana kamu yang selama ini kukenal?
Kamu menelantarkanku, melupakanku, mencampakkanku. Mencampakkan? Tidak-tidak
bahkan kamu tak mengakhiriku. Kamu membiarkan ku melihat tawa ceriamu dengannya.
Rasanya sakit sekali, kamu tau?
Hai, lihat aku, aku mohon! Lupakan dia.
Aku ini masa depanmu. Bersamanya tak dapat membuat melangkah ke depan. Dia hanya
sesaat bagimu. Kumohon percaya lah padaku!
Percuma, kau tetap bergeming. Tak mempedulikanku.
Terus terawa-tawa lebar bersamanya. Apa memang aku tak mampu membuatmu tersenyum?
Apa jika bersamaku hanya ada keluhan dan helaan nafasmu?
Sungguh aku tak bermaksud begitu. Aku
hanya ingin kamu sukses nantinya dan aku yakin aku adalah salah satu peluangmu.
Dia? Bisa apa dia? Dia mungkin dapat membuatmu tertawa-tawa lepas, tapi itu
hanya sesaat. Setelah itu? Apa kamu yakin?
Hei, aku mohon. Lihatlah aku sekali
saja. Ingat janji yang pernah kamu buat sebelumnya. Kamu mengabaikanku berarti
secara tak langsung telah mengecewakan orang tuamu kan? Apa kamu tega melakukan
itu?
“Tyo! Kok lo malah nonton running man?! pantesan dari tadi gue
denger suara cekikikan dari kamar dari kamar lo, Bukannya lo mesti ngumpulin draft proposal skripsi besok ke Bu Rika?
Udah kelar?”
****
****
*kamar Lia, 140213
*dalam rangka melihat kelakuan yang empunya kamar
*dalam rangka melihat kelakuan yang empunya kamar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar