Selasa, 13 Oktober 2015

MERINDUMU

Merindumu adalah penyakit yang harus aku lawan.
bukan lagi seperih luka di paru-paru kanan.
ini tidak perih kawan...!
cuma cukup sesekali menyesakkan dada, setiap teringat.

dalam doa kusebut namamu,
hingga aku lupa, doa ini milik siapa..
hingga aku lupa, melewati batas perjanjian yang dulu kubuat pada diri ini..
hingga aku lupa, keangkuhanku melenyapkan semuanya..

pada bagian mana lagi harus ku hapus air mata?
nyatanya hanya dosa yang teringat,
kamu masih hal manis yang menyakitkanku..
karena pada akhirnya aku menyakiti mereka yang menyanyangiku, tanpa sepengetahuan mereka.

merindumu masih hal terberat
antara ingin kugenggam erat hingga terluka atau kubuang agar rasa perih ini terasa saat ini...    



Tidak ada komentar:

Posting Komentar