Siapa bilang
enak menjadi orang yang serba tahu? Kamu, ingin? Bodoh! Kamu pikir enak menjadi
orang yang serba tahu. Jika aku bisa
memilih aku lebih ingin menjadi manusia bodoh sepertimu. Hey, kenapa diam? Kecewa
dengan perkataan saya? Tidak kan? Orang bodoh mana tahu rasanya kecewa. Ya kan?
Orang bodoh
itu lebih tentram dan tenang. Ya kan? Kamu pernah terluka karena dihujat
gurumu? Ah, paling-paling kamu hanya terluka, lalu besok lupa. Kalau saya? Saya
tentu akan kecewa jika saya dihujat oleh guru disekolah. Setidaknya saya akan
buktikan padanya bahwa yang saya ketahui benar, apapun caranya. Iya dong, wong saya ini orang yang serba tahu.
Menjadi orang
yang serba tahu itu tidak enak kawan. Bahkan kamu harus pura-pura bodoh untuk
dihargai dan dihormati. Apa? Kamu bingung dengan perkataan saya? Oke, saya buat
lebih sederhana lagi. Setidaknya saya harus mensejajarkan pola pikir saya
dengan kamu dengan melakukan hal itu, saya
telah berpura-pura menjadi bodoh. Saya benar kan?
Kamu
tau mengapa Susi keluar dari sekolah beberapa bulan yang lalu? Kamu pasti tidak
tahu kan? Apa, kamu tahu? Iya benar Susi dikeluarkan karena hamil di luar nikah,
tapi apa kamu tau mengapa Susi bisa hamil? Tidak kan? Susi hamil karena
tindakan asusila Pak Damar. Iya tentu saja, kepala seolah yang paling kita
kagum-kagumi itu. Kamu pasti tak tahu bukan? Seperti itulah, saya yang
serbatahu perlu berpura-pura bodoh dan tidak tahu apa-apa agar saya terlindung.
Kamu pasti bertanya dalam hati, tahu dari mana saya? Jangan-jangan itu saya lakukan
agar dibilah pintar. Tidak! Itu tidak benar, saya tahu itu karena sebelum Susi
saya juga korbannya. Makanya sore ini saya masih di sini.
![]() |
| photo available at : http://minalarvaixh.blogspot.com/ |
Kenapa
kamu memandangku seperti itu? Sudah kukatakan kan saya ini serba tahu? Saya tak
sebodoh Susi untuk melaporkan kejadian itu pada orang tuanya dan ibu saya tidak
sebodoh orang tua Susi yang mau nemerima uang suap itu. Ibu saya tentunya lebih
bodoh lagi karena tidak tahu anaknya sudah tak perawan. Hahaha.
Hey,
percayalah menjadi seseorang yang serba tahu itu tidak enak. Saya lebih memilih
ingin tidak tahu sama sekali. Karena menjadi seseorang yang serba tahu itu melelahkan,
memuakan dan saya benci menjadi orang yang serba tahu. Percayalah...
Kamu tahu
rasanya saat kamu tahu ternyata ibu kandungmu selingkuh dengan lelaki lain? Kamu tahu perasaannya, saat kamu
bahkan bukan pihak pertama yang dikhianati? Kamu tahu, namun kamu tak mampu
mengatakan kebenarannya pada ayahmu sendiri. Percayalah saya benci menjadi orang yang serba
tahu. Terlebih saya tahu, bahwa orang yang menjadi selingkuhan ibu adalah orang
yang meniduri saya pertama kali, orang yang melakukan tindakan asusila di
sekolah ini pada saya.
Saya sebagai
orang yang serba tahu sudah seharusnya menutup rapat semua ini. Menelan pilu
semua pengkhianatan ini dan tentunya menelan banyak pil penggugur kehamilan. Menjadi
orang yang serba tau itu menyakitkan! Camkan itu! Belum lepas dari keterpurukan
saya juga harus menyakini semua masalah akan selesai begitu saja, meyakini saya
akan mampu berdiri bangkit. Masih kah kamu mau sekarang menjadi yang serba
tahu?
![]() |
| photo available at : http://herbamss.blogspot.com |
Hey, mengapa
diam? Kamu tak perlu menangisi diri saya yang telah rusak ini. Saya hadir di
sini bukan untuk mendongengkanmu. Saya di sini untuk memberi tahukanmu bahwa
menjadi seseorang yang serba tau itu menjijikan!
Hari ini, ya, hari
ini saya akan memberitahukanmu, bahwa saya telah merancang sebuah pembunuhan pada
lelaki biadap itu. Ya, iapa lagi jika
bukan Pak Damar. Hari ini saya akan merayunya ke laboratorium kimia, seperti
dia dulu yang telah merayu. Lalu diam-diam akan saya beri dia kopi berisi alkohol
96% hingga mulutnya yang jahanam itu berbusa. Sisa alkohol 96% sebanyak 5 liter
itu akan saya tumpahkan ke lantai, biar besok ada berita kebakaran yang menelan
1 korban jiwa di sekolah kita. Hahaha.
Sekarang semuanya
terserah kamu. Kamu mau menjadi orang yang serba tahu, atau tetap menjadi bodoh
seperti sekarang? Saya tak peduli.



