Minggu, 18 Maret 2012

RINDU


“Mungkin gue udah gila, Ren. Tapi mungkin selama ini gue merindukan lo. Mungkin selama ini gue jatuh hati pada lo,” air mata dari Ami tiba – tiba pecah.

Apa yang harus saya katakan sekarang? Harus kah saya menghapus air matanya? Air mata gadis manis yang telah lama saya cintai. Jatuh cinta dan menyatakan cinta kepada seorang gadis bukan lah suatu hal yang mudah bagi seorang  seperti saya. Tapi karena gadis yang bernama Ami ini, saya mampu mengatakan perasaan saya beberapa kali padanya. Selalu dan selalu dia jawab dengan kata 'kita ini lebih cocok berteman , Ren.'

 “Mi, makasih ya udah jujur sama gue. Jujur gue seneng lo ngomong begitu. Gue juga merindukan lo. Sungguh 1 tahun tanpa kabar dari lo bukan suatu hal yang mudah buat gue. Gue juga rindu lo, Mi,” ujar saya akhirnya. Saya tak tau apa yang harus saya lakukan, jadi saya hanya mengeluarkan secarik kertas undangan bewarna merah.

          Ami, menghapus air matanya. Senyumnya terkembang kemudian akan jawaban saya barusan, “Apa ini?” tanyanya menyentuh kertas undangan tersebut.
          “Sebuah, undangan walimah sederhana. Datang lah, Mi,” jawab saya sekenanya tak berani membuat hatinya kembali kacau.

          “Rendi? Ini apa?!”

          “Penikahan gue, Mi. datang lah jika kau berkenan,” ucap saya berhati – hati.
          “Ren, lo bilang lo rindu sama gue! Dulu lo selalu bilang lo jatuh cinta sama gue. Lo bilang lo gak akan bisa berpaling dari gue. Ini gak fair, Ren!” ucapmu kalap seketika. Air matamu kembali jatuh.

          “Kita lebih cocok berteman, Mi,”  ucapku sepelan mungkin tak ingin menyakiti perasaan gadis di depanku ini. Hening. Ami kini menghapus air matanya, menatap mata saya tajam. Mencari bukti bahwa yang saya katakan benar adanya.

Tujuan saya mengajak Ami bertemu hari ini, di taman ini, tempat dulu sering bermain hanya untuk menyerahkan undangan pernikahan kepada Ami. Hanya itu yang ingin saya lakukan. Memang dulu Ami orang pernah saya cintai tapi seiring berjalannya waktu saya belajar bahwa jatuh cinta hanya sekedar belajar tentang waktu. Jujur saya merindukan Ami, tapi rindu dan jatuh cinta itu berbeda kan? Rindu ya hanya sekedar rindu. Tapi saat jatuh cinta secara tak langsung kamu akan merindu kan?

2 komentar:

  1. jadi kalo menrindukan seseorang blm tentu jatuh cinta, gitu?

    BalasHapus
  2. iya.. misalnya gw rindu lo, bukan berarti gw jd lesbian dan cinta lo kan? ya tp klo lo rindu seseorang kyknya lo harus bpikir ulang siapa tw sebenernya jth cinta sm org itu.. krn klo lo udah jatuh cinta lo pasti bakal merindukan seseorang tsb,, #eaaa

    BalasHapus