Kamis, 03 November 2011

Move On



Masih, berterbangan tak tentu arah dengan sayapnya. Menyebar luas, menghalangi pandangan di ruas jalan. Sekilas nampak seperti kupu – kupu yang bertebaran di padang ilalang, sayangnya bukan. Musim ini musim penghujan, dan udara memaksa saya untuk hadir di sini. Di tempat ini, tempat peradapan manusia, tempa terdekat dari tempat saya tinggal.
Masih sama seperti tahun - tahun sebelumnya. Ketika teman – teman saya selalu ke tempat ini, mengunjungi tempat ini, menuju tempat terterang dari cahaya yang menghampiri. Kini giliran saya, setelah lama mengalami masa kegelapan, insting saya pun mencari – cari cahaya. Seperti manusia normal, waktu ini adalah waktu dimana saya harus move on untuk dapat bertahan hidup.
Saya terus mencari mu di sini, saya tau seharusnya saya move on bukan untuk mencarimu, tetapi mencari yang baru ,yang dapat menggantikanmu, yang dapat menyanding saya sebagai ratu, untuk dapat bertahan hidup. Sungguh itu terlalu sulit. Banyak yang bilang waktu ini adalah waktu tersulit bagi kami untuk bertahan hidup, waktu dimana berjuta – juta populasi menghadapi kematian dan hanya yang berkualitas lah yang bertahan hidup. Kini saya hanya dapat mencari – cari sosok mu. Mencari mu yang telah menghilang dari pandangan saya. Masih kah kau bertahan hidup? Masih kah ada saya dihatimu? Atau kini kau milik yang lainnya? Atau kau telah pergi selamanya? Saya  mohon, hari ini, saya hanya ingin menemukan mu. Hari ini, hanya untuk yang terakhir kalinya, saya janji.
Pandangan saya membuyar, saat lampu – lampu temaran, tempat saya berpijak, kini tiba- tiba padam. Saya harus bangkit! Setidaknya hingga bertemu dengammu. Kamu tau? Saya semakin putus asa, ketika kebanyakan dari kita mulai bergelimpangan, diantaranya masih ada yang berusaha bertahan hidup. Adakah sosokmu diantaranya? Harus kah saya terus mencarimu? Dikala saya mulai melemah? Atau harus kah saya mencari penggantimu?
Saya terus bertahan, mencarimu di tengah kebanyakan dari kita mulai melemah. Sangat lah sulit mencarimu diantara yang lain seperti menghisap detik – detik tenaga saya. Hingga saya akhirnya terjatuh, lemas tak berdaya, dan saya masih tertatih – tatih untuk mencarimu. Kamu tau, banyak diantara yang lain yang ingin menyanding saya? Bukan, saya bukan mengatakan ini untuk menyombongkan diri saya, bukan untuk menyatakan saya ini primadona, tapi saya nyatakan ini karena saya mulai lelah. Lelah mencarimu yang kini entah di mana.
Saya termangu, terperangkap diantara sejuta rindumu dan keinginan untuk bertahan hidup. Mau saya, hanya ingin bertemu dengan mu, bersanding dengan mu dan hidup dengan normal seperti yang lainnya. Apakah permohonan saya itu terlalu sulit?
Perlahan tapi pasti, bagian tubuh ini mulai berdegradasi dan saya mulai kehilangan kendali. Kali ini harapan saya cukup ingin melihatmu untuk yang terakhir kalinya, tidak lebih. Bolehkan kalau hanya seperti itu? Atau permohonan saya itu masih sangat mustahil, diatara sebagian dari kita tidak dapat bertahan hidup dengan tidak layak? Tegerus mobil? Tertangkap dengan tidak beretika? Terkena efek racun? Atau mati perlahan karena tidak dapat menemukan sosok yang dicintai? Saya tahu saya terlalu bodoh untuk mencari mu, dengan mengorbankan hidup saya, tapi sungguh, saya sungguh merindumu.
Kini diantara segenap kebodohan saya, dengan cara apa nanti saya akan tiada? Tergerus mobilkah? Tertangkap dengan tidak beretika kah? Terpental hingga hancur kah? Terkena efek racun yang mematikan dalam sekejap kah? Atau mati perlahan karena tidak dapat menemukan sosokmu? Kurasa bukan pilihan terakhir yang terjadi, karena di tengah saya yang mulai tertatih – tatih ini, tubuh saya mulai terjerat, bersama yang lainnya, secara masal dan besar – besaran. Mungkin ini takdir saya, tidak dapat bertahan hidup, hanya untuk mencari sosokmu yang tidak dapat  saya temukan juga.
*
“Kakak, aku nemuin banyak sekali nih! Asik hari ini kita pesta ya!” ucap bocah kecil itu tertawa riang.
“Syukur lah dek, kita ada lauk hari ini. Ayo kita pulang dek, bapak dan ibu sudah menungggu,” ucap gadis itu tersenyum riang melihat adiknya begitu senang.
“Kak, aku berharap, besok dan seterusnya adalah musim penghujan, supaya kita bisa makan enak. Supaya bapak tidak perlu bersusah payah bekerja, untuk mencari lauk untuk kita,”ucap bocah itu sambil mengikuti kakaknya yang berjalan di depannya.
“Iya, dek,” ucap gadis itu lagi. Air matanya pecah mendengar pekataan polos penuh makna dari adek kecilnya itu. gadis itu segera menghapus air matanya, ia tidak ingin bapak – ibu nya tau kalau ia menangis. Sungguh ia tau perjuangan bapak – ibunya sudah sangat berat untuk menghidupkannya dengan adeknya.
*
Saya menemukanmu. Air mata bahagia saya jatuh, atau itu hanya perasaan saya saja? Karena tubuh saya sepertinya sudah menjadi kaku, bagaimana mungkin bisa mengeluarkan air mata? Saya yakin! saya pasti tidak salah. Saya yakin itu kamu, diantara baluran tepung yang melekatkan kamu-dengan yang lainnya-sama seperti diriku juga. Sudah, sudah cukup, saya tidak akan peduli lagi. Melihatmu itu sudah cukup bagi saya. Memang saatnya sekarang saya harus move on. Seharusnya saya move on untuk bertahan hidup tapi dapat bertemu denganmu diantara yang lainnya sudah cukup menjadi definisi saya tentang move on sebagai takdir saya.


Asrama Padjajaran 2, Jatinangor, 031111
inspirated: laron di katin dan sekitar ruas jalan asrama.  


keterangan: 
Laron itu adalah rayap jantan & betina yang siap bereproduksi dan membentuk koloni baru. Proses keluarnya rayap dari tempat persembunyiaannya secara massal disebut juga swarming, yang terjadi ketika ada perubahan cuaca, perubahan geologi maupun suhu udara. nah jadi yang sering kita lihat terbang di lampu - lampu dalam jumlah banyak itu adalah laron. :)
Sesuai rancangan genetis, setelah rayap betina dan rayap jantan dewasa, mereka mencari pasangannya masing-masing dengan keluar dari sarangnya. rayap ini memiliki sayap untuk dapat mencari pasangan dan mencari tempat baru untuk berkembang biak. Jadi sebenernya laron sudah sempat hidup cukup lama sebagai rayap (dalam hitungan tahun rayap).

laron yang tidak bertemu dengan pasangannya,, tidak menemukan  sarangnya/tempat buat berteduh, habis tenaganya setelah pagi datang sehingga kemidian matu dan terjatuh ke bawah karena sayapnya mulai lepas. pasangan jantan & betina laron  yang sukses kawin  dan bertelur akan kehilangan sayapnya juga. Dimana nantinya betinanya bakal jadi ratu di koloni rayap barunya.
di kampung - kampung laron ini umumnya dijadikan makanan. bisa disajikan dengan cara di goreng, di tumis balado atau pun dibuat rempeyek.

2 komentar:

  1. dariku slowrabbit

    bagus tulisanya nggak nyangka kalau itu tentang laron...apalagi sekarang musim hujan pasti banyak banget ya laronya... kalau bolehngasih saran janganterlalu banyak kata ataukalimat yang di ulang... maksudnya sih bagus untuk menekankan... tapi kalau kebanyakan jadi nggak seru lagi... banyak kok cara lain untuk nonjolin maksud kita...bisa dengan penjelasan atau cerita dalam cerita...tapi keseluruhan bagus terus nulis ya...selamat berjuang HONEY...hahaha

    BalasHapus
  2. hahahahaha, tau gak idenya tiba - tiba aja muncul pas liat laron dikantin asrama.. :P ajrit cerita dalam cerita kayak inception aja bi.. aduh telharu deh di bilang honey sm obi... 'Gak mau kalah imut' bi comment-in cerpen yg lainnya bisa kali... :P

    BalasHapus