Minggu, 26 Februari 2012

yang Tak Terucap

semampai rinduku..
membelah aktifitasku..
memecah alteregoku..
merindumu itu yang terjadi..
kala cinta ini semakin sulit diucap bibir..
bait - bait ini mudah terlontar di sini..
tentang cinta, tentang sayang dan tentang rindu..
ratusan kali ku coba ucapkan..
tapi syaraf ini menahan..
kata 'malu' terbayang di benak..
hanya ribuan bait pengulangan yang ku ucap di sini..
menimbulkan keraguanmuakan perasaan ini..
mungkin memang saya yang sombong..
tapi hanya 3 bait kelu tuk terucapkan..

"saya cinta anda.."
"saya sayang anda.."
"saya rindi anda.."


*puisi dari Kemas Robbi Kamaludin*
14 Desember 2010

*suka banget sama puisi ini.. :) *

Minggu, 19 Februari 2012

Ini Kamu Usia 20 Tahun



Dear Hani, yang 15 tahun...
Hey, kamu yang 5 tahun lebih muda dari aku. Kamu pasti syok dapat surat dari aku. Ini aku, kamu 5 tahun yang akan datang. Bingung ya? Yasudah tidak usah bingung. Aku Cuma ingin memberi saran supaya kamu bisa lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Di usia saat ini kamu akan menemukan konflik batin. Sampai rasanya kamu membenci kata ‘persahabatan’. Han, persahabatan dengan cinta itu beda loh. Jangan tanya perbedaannya apa, aku juga kurang begitu tau, karena sampai saat ini aku juga belum bisa membedakannya dengan jelas.
Tahun ini kamu bisa merayakan ulang tahunnya Beben lagi. Serukan? Hati -hati akan rasa senangmu, Han, karena ulang tahun Beben adalah awal konflik batinmu. Aku, gak tau aku harus bilang ini atau gak sama kamu yang pasti di ulang tahun Beben bukan hanya dia saja yang merasa terkejut, kamu dan Maul juga.
Han, kamu harus bisa menyakinkan Maul, kalau kamu bukan temen yang suka makan temen. Bicarakan baik-baik bukan dengan cara diam, karena merasa kamu bersalah. Semua akan terlihat kamu yang jahat kalau kamu memilih untuk diam. Tapi kalau pun kamu diam, seiring berjalannya waktu permasalahan ini akan selesai kok.
Katakan sejujurnya jika memang kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan Marcel. Setidaknya jujurlah pada dirimu sendiri. Jangan sampai kamu menyesal seperti aku yang saat ini. Waktu tak akan pernah kembali, Han. Begitu pun orang yang telah tiada.

Dear, Hani yang 16 tahun...
Hai apa kabar? Ini aku kamu 4 tahun yang akan datang.
Salut sama kamu di tahun ini walaupun banyak yang bilang kamu gak waras. Bagaimana tidak kamu bilang jujur tentang perasaan kamu baik itu perasaan sayang, benci, muak dan cinta pada semua orang yang pernah hadir dalam hari-harimu. Walaupun pada 2 orang, kamu masih belum dapat jujur, yaitu kamu dan orang yang sampai saat ini masih membuatmu menangis dikala mengenangnya.

Dear, Hani yang 17 tahun…
Hai, ini suratku datang lagi dari aku, kamu di 3 tahun yang akan datang.
Kamu menyesal ya masuk jurusan kuliah saat ini? Tapi kamu juga gak mau nyusahin orang tua kan?  Gak mau kemakan omongan sendirikan?
Tenang saja, cita-citamu menjadi seorang penulis novel, hingga usiaku yang sekarang belum terwujud kok. :P tapi seenggaknya beberapa tulisanmu akan masuk koran. terus kuliah yang benar, jangan takut salah melangkah, tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Karena itu doakan selalu dirimu kelak akan lulus 4 tahun dengan gelar STP,  ya.. J

Dear, Hani yang 18 tahun...
ini surat dariku, 2 tahun yang akan datang darimu.
Satu saranku. Kamu harus kuat hati ya di usiamu ini. Akan ada sesuatu yang membuatmu menangis dalam diam, hingga berbulan-bulan, bahkan hingga saat kamu di dua tahun mendatang.
Yang pergi tak akan pernah kembali, Han. Karena itu saat nanti kamu harus menghadapi  hal tersebut kamu harus tegar, Han. Menangis lah hingga kamu letih, kemudian kamu harus bisa mengikhlaskan yang pergi Han. Jangan pernah membohongi diri sendiri bahwa yang hilang itu masih tetap ada.  Karena itu sangat menyakitkan. Sungguh air mata ini masih sering jatuh dariku ketika mengingat sesuatu yang pergi itu.  Aku tau kamu, apapun itu, kamu paling tidak suka kehilangan dan perubahan kan? Wong, pulpen satu ilang aja bisa nangis, seharian. Kamu cengeng banget sih, Han!
Kamu harus belajar ikhlas dari usiamu ini ya, kalau tidak aku yang sekarang yang akan kelabakan. Han, ikhlasin, selalu doain dia yang pergi. Jangan menangis terus, kasihan dia bisa tak tenang di yaumul barzakh. J
Kamu juga jangan kebanyakan berbagi cerita sama orang yang baru kamu kenal. Jangan mentang-mentang kamu gak kenal akrab dengan dengan orang tersebut dan kamu jarang bertemu dengan orang tersebut lantas kamu berbagi cerita dengannya. Karena tanpa sadar kamu telah menyentuh perasaan hati orang tersebut.

Dear, Hani yang 19tahun..
Ini surat dari satu tahun kamu yang akan datang. Hayo, kamu sudah mulai menunggu-nunggu surat dariku ya? Bagaimana kabarnya? Rasanya lebih baik dari usiamu yang sebelumnya ya? Tenang masalah lainnya akan terus berdatangan kok. Hahahahaha. :P
Han, aku boleh kan kasih saran ke kamu? Hahaha,pake sok nanya gitu padahal dari tahun-tahun yang sebelumnya aku juga juga kasih kamu saran terus.
Jangan pernah pacaran dengan orang untuk menghidari orang lain ya.
Karena pada kenyataannya kamu akan terluka saat kamu sadar, kamu telah jatuh cinta dengan pacarmu itu.  ingat baik – baik kata-kataku ini!
Terlalu banyak bercanda dengan lawan jenis kadang bisa bikin kamu ketawa dan senang tapi jangan terlalu sering ya. Aku yakin kamu sudah tau tanpa harus ku jelaskan sebabnya.  Kebiasaan kamu yang suka memancing perasaan orang lain juga kalau bisa dikurangi ya, kelak kamu sendiri yang akan terpancing dengan pancinganmu itu. Aku serius!
Yang terakhir, jaga kesehatanmu ya, atur pola makan yang benar. Usahakan makan 3 kali sehari. Gak akan yang tau kamu sakit apa di satu tahun yang akan datang. -sok-sok misterius-* padahal aku juga gak belum tau. hahahaha. Belum ada hasil apa-apa kok aku sakit apa, karena itu lebih baik kamu cegah ya dari usiamu yang sekarang ya. J

#ForYoungerMe

Jumat, 10 Februari 2012

Mungkin Bukan Saya





“Oke, gak apa – apa. sekarang gue bisa move on dengan tenang, Ka. Makasih udah mau jawab pertanyaan gue,” ucapnya berusaha tersenyum namun ada sebongkah kaca yang tertahan dibinar matanya.
Aku tak dapat berkata hanya berusaha tersenyum. Senyum kelu mungkin. Kulihat sekilas ia menggigit bibirnya.
“Ka, walau lo udah tau perasaan gue. Gue harap gak akan ada yang berubah ya, Ka dari kita. Kita tetep temen kan, Ka? Lo gak akan menjauh dari gue kan?” tanya-nya beruntun. Saya kembali menatap gadis di depan saya itu.
Kala itu saya hanya bisa mengangguk. Berusaha menahan perasaan yang saya punya. Hari itu  tak akan pernah saya lupakan. Ketika sebuah kejujuran terungkap. Ketika ia menatap mata saya tajam. Ketika ia menyatakan perasaan, yang tak ia mengerti terhadap saya. Ketika sebuah pernyataan dan pertanyaan terlontar dari bibir kecilnya. Hati ini melengos. Jantung ini berdetak lebih kecang. Sungguh tak pernah ada yang berani menyatakan perasaan kepada saya. Saya pun tak pernah berani untuk mengungkapkan perasaan saya terhadap orang yang saya cintai.
            Pertanyaan terakhirnya itu kali ini ingin saya tanyakan kembali padanya jika bisa. Nyatanya bukan saya yang menjauh tapi ia yang mulai menjauh dari saya. Dua bulan yang lalu, masih dapat saya lihat senyum manisnya, ceriwis tawanya. Tapi kini bahkan ia mulai tak tersentuh, tak ada kabar tentangnya lagi. Saya sungguh merindukannya.
            Saya tau, ini memang balasan yang setimpal untuk saya. Dan saya tau, hal yang ia lakukan saat ini benar. Menjauh dari orang yang menolak perasaan adalah hal terampuh bagi seorang wanita untuk dapat move on. Tidak, saya rasa seorang lelaki pun akan melakukan hal yang sama. Walau ia bilang tak akan ada yang berubah. Walau pun ia bilang tak ingin saya menjauh darinya tapi untuk menghapus perasaan memang perlu waktu dan jarak.
Nyatanya saya saat ini merindukannya. Air mata ini masih jatuh untuknya. Lantunan doa pagi ini masih tentangnya. Saya tau saya jahat. Saya berbohong padanya. Tak pernah sedetik pun hati ini tak memikirkannya. Saya memang berusaha mengelak perasaan yang saya punya terhadapnya. Semakin saya mengelak, semakin saya sadar bahwa hati ini memilihnya.
Saya hanya tak ingin menyakitinya. Saya hanya tak ingin membuatnya masuk dalam lingkaran permasalahan hidup saya. Saya tak ingin ia dan calon anaknya kelak mengalami hal yang sama seperti saya. Cukup saya saja yang menderita HIV. Karena itu biarlah ia mengetahui bahwa saya tak pernah memiliki perasaan apapun terhadapnya. Saya hanya ingin ia mendapatkan seseorang yang lebih baik, yang tak memiliki penyakit seperti saya.

Sabtu, 04 Februari 2012

quote of PKL


P*n*     : gue, tuh serba lebih,, lebih cantik, lebih tua dan lebih Pentium 2 dari pada hani.. |ditabok p*n*
         |tar ya, jam galau gue. Jam malam|
         |E: “eh, kamu PKL? Nama kamu siapa? boleh kenalan?”| P: “P*n*.” | E: “oh saya edi. Pin kamu berapa?” ngeluarin BB | P: “saya gak punya BB mas,”| hening

*a* & a*u: tips n trick menggaet cowo idaman yang belum dikenal à | P: ”eh, ini anak PKL atau anak training?”|F: “PKL dari *i* |”P : oh, belum kenalan nih, namanya siapa?”|F: ”Aku *a*. klo yang ini a*u . kalau kamu?” sambil sok – sokan ambil hp, ada sms masuk |P: “eh, iya, boleh minta pin gak?”|F: senyum – senyum mesem. dalam hati ‘yes, kepancing’ :)

P’a**s   : |“Dek, cari pacar yang tipe primus ya..”| S:”Ah, bapak mah, bisa aja.. hehehe” |”Eh, beneran loh dek. Pria musolah” ekspresi muka datar. | hening | S: “tapi kan biasanya gak mau dideketin pak| “iya, emang lama, dek. Tapi gak apa – apa, dari pada yang cepet, cepet diapa-apain juga.|

Aa       : |“BANYAK CAKAP” |
|“eh, apaan sih apa-apaan sih?”| H&S: “idih, kepo , idih kepo” |“tampol nih tampol”|
|”musim hujan dingin ya, pantesan banyak yang kawin” senyum senyum sendiri|

P’*a*b**g:|udah, ini dua lagi buat swab orang asal, swab orang yang kamu taksir aja | hening|
          |eh, gimana, udah ada belum yang kamu suka?|    

P’*j**i*  : |eh, kamu mau dijodohin sama d****g gak? mau ya?|
         |eh, kamu suka sama yang item gak? Saya mau jodohin sama anak QC| H: “Hahahaha.      Sama siapa aja boleh asal gak ngerokok” senyum – senyum mesem gara2 ditawari yang tidak – tidak terus|

S**a*    :|bete ih di receiving gak ngapa – ngapain. Lama nunggunya. Kayak nunggu cinta yang gak datang – datang. #eh|
          |”han, han, aa terminix. Aa, terminix.” Senyum sumringah. Semangat 45’|
          |gue, kalau sama orang sini juga maunya sama orang kantorannya kali.|
          | S: ”Han, itu kan yang mirip temen kita?”nunjuk2 orang dari lab. Ke arah cold kitchen| H: ngeliat ke arah cold kitchen, terus ketawa girang | S: “kenapa lo?” | H: “tuh liat lo nunjuk – nunjuk orang ada, ada orang yang dadah ke lo kan”|
         |A: coba lo tanya namanya siapa?|S: “namanya siapa, mas?”|P: “p**n.”ngajakin salaman| H: “ecie, s**a*, ihiy,” sambil jalan cari orang yang diswab lainnya| A: “oh, lo mau sama dia? Namanya pian sopian”|H: cie, s**a* nemu jodoh|

t**a*    : |H: “ta, lagi ngapain ih? Itu gelasnya belum dicuci” |T: iya, abis ga ada gelas. Udah aku cuci aja sendiri| terdiam, sambil melihat beliau yang mengarah ke wastafel tempat cuci tangan.|



*i**a    : |emang, kalau udah pacaran mau ngapain?|
            |gue, mau jomblo perak ah, 25 tahun||
          |idung gue doang kan yah yang kurang ngembang


Mba’ u**y : | aduh,sekarang kamar mandi udah jadi base camp geng kamar mandi ya?|

Mba’ *u**:| ”ih, ada temuan nih ada temuan!kok ini cair ini kentel sih?” | S: “Hah, apa mbak?” | ”Ini, loh masa yang ini cair yg ini kentel. Udah kadaluarsa nih. Mesti dilaporin nih, Iyakan?| S: “mbak ini kan namanya beda. Yang kentel mayonise yang satu vinegar.”| “Hahahaha, pinter - pinter. Dikirain, gak tau. waktu itu ada anak training yang saya tipu terus bawa keruangan dan diketawain orang – orang yang ada di sana.” |hening| dalam hati S,“anjrit gue, mau dikerjaian!”|

Mba’ f**i***: |“gimana udah dapet?”| H: “apanya mbak? Datanya nya? aduh masih bingung nih.”     |bukan jodoh kamu, orang kitchen?| hening|
         |"Kok, kamu so sweet manja banget si suaranya banget sih manggil si **e. pake akang, akang-an". coba dong ulangin lagi. | Hening|

Kang **e : |A :”iya tuh temen aku yg di MD udah ngikutin tips n trick nya si *a* tapi tetep g berhasil, gak di mintain nomor hp atau pun pin bb, padahal orang itunya udah ga magang lagi kemaren makanya temen aku sedih. Padahal menurut temen aku orang out perhatian gitu sama dia.” | O: “Ah, di sini mah sering perhatian gitu,” senyum – senyum mesem. | H: “pengalaman ya kang? Adeu” | O: “Hahaha, masih malah sampe sekarang,” muka merah.

P’ *y*m   : |sini , sini ada makanan!|

P’ D****g :| "why always me?"|
           |"kalau ada apa – apa dan pertanyaan email ke gue aja"|
|"udah sarapan belum? nih, coklat buat kalian, sarapan itu perlu buat tenaga dipagi hari"|
|"kamu mau ga?berdua ya sama temen kamu" nawarin ice cream HD |S: Senyum 
sumringah|"Nah, gitu dong akur. gak berantem terus | H: "kita gak pernah berantem kok" 
| "Nah, gitu kan so sweet makan sesendok berdua" | hening|

Mba’ *i*i  : |kalau mau melakukan tindakan kriminal hari sabtu aja |

Bapak2 yang lagi main di receiving :
|”neng, kok banyak jerawatnya, kebanyakan mendem perasaan ya? Udah punya pacar belum?” |H : “Hah? Hehehe”| “eh,kamu mau dicariin gak? beneran ada nih yang mau kenalan sama kamu. Udah staff loh” | H: jeng – jeng “Dicariin apa ya pak?” | jodoh, beneran mau gak?” |H: “Hehehee” senyum – senyum ambigu antara takut dan gak tau mau bicara apa| “Kok, ketawa aja, pokoknya kalau mau bilang – bilang sama bapak ya,”| hening|

Bapak yang suka jadi imam :
| “tuh, gak apa – apa kok pacaran banyak2. Kayak gini loh, kalau mau ke Bandung kan gak apa – apa kalau jalan – jalan dulu ke puncak. Nikmati pemandangan dulu. Yang penting sampai ke Bandung juga” | hening| eh, beneran loh, kadang – kadang buat tau segala hal kita perlu pacaran. Gak apa2 disakiti kan dari sana kita belajar untuk lebih dewasa. Kadang lebih baik gitu lebih banyak ilmu dari pada yang gak pacaran dan langsung nikah. Biasanya lebih emosi dan lebih saklek karena yang dia tau hanya sekedar teori. |jleb|

Mas – mas kitchen         :
|”buset namanya tinggi banget. hanifatullah” sambil liat id gw | hening. Dalam hati ‘iya, temennya rahmatullah’ -___-|

Pak m**s***n     :| itu anak – anak *i* yang training culun – culun deh yang sekarang|




Bu a***t**n       : |Tuh, kalau yang belum nikah juga di usia 30 tahuanan biasanya orangnya jutek dan cepet marah| H: “Oh, gitu bu?” |”iya, karena kalau belum nikah jadi cepet emosi kan gak puny anak jadi rasa kasih sayangnya gak tumbuh|hening, takut tiba – tiba kalau usia 30 belum nikah juga|


Bu **n            : |”de,mau teh gak? Baru diseduh nih.” |X: “wah, gak usah, repot - repot bu. Terima kasih” Senyum – senyum sumringah ke si Bu **n |O: “wah, boleh bu saya cari tempatnya dulu.” Sambil cari gelas buat nyeduh teh| X: Hening.|


Bu ***tj*         : | P&H dengan muka mupeng ngeliatin Bu ***tj* ngupas buah | 5 menit kemudian| 15 menit kemudian| pak S**i : “ayo adek, adek kok diem aja. Dimakan dong buahnya.”| P&H semangat 45 makanin buah | Bu ***tj* : “iya nih, ambil aja”| P&H senyum mesem – mesem nunggu perkataan itu dari tadi|


Pak **b**       : |”waah, di sini mah orangnya kaya – kaya semua. Coba nih, bungkus doang gajinya 10,5. Tar dipotong – potong jadi 800 deh”|



|”mau makan ayam gak?”|F&H: senyum – senyum girang|”Yuk, ikut saya.”|F&H:
sibuk makanin marined chiken |F: “Pak **b** kemana?”| H: celinguk – celinguk,
“loh, gak tau bukan sama lo?”| F: “ah, sial, kita ditinggal ngilang lagi”| hening|






ket: *ditulis dengan bintang - bintang untuk menyembunyikan nama orang bersangkutan. demi kebaikan dan kelancaran hidup si penulis. :) tempat PKL yang penuh keajaiban.